
Anggota DPR Amerika Serikat, French Hill, menilai langkah regulasi aset kripto dari SEC dan CFTC saat ini belum cukup memberikan kepastian hukum bagi industri.
Politisi dari Partai Republik ini menyatakan bahwa kebijakan teknis dari lembaga pengawas pasar tidak bisa menggantikan fungsi undang-undang struktur pasar yang sempat terhambat di Senat. SEC merupakan komisi yang mengawasi bursa efek, sementara CFTC adalah komisi yang mengatur perdagangan komoditas berjangka di Amerika Serikat.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, Hill yang memimpin Komite Jasa Keuangan DPR memberikan apresiasi atas upaya kedua lembaga tersebut dalam mengisi kekosongan hukum. Mereka telah menggunakan wewenang administratif untuk memberikan definisi terhadap aset digital dan komoditas digital agar sistem keuangan inovatif dapat berjalan di Amerika Serikat.
Namun, Hill tetap bersikap tegas mengenai keterbatasan pendekatan tersebut. Ia menekankan bahwa kebijakan regulasi hanyalah solusi sementara yang tidak menyentuh akar permasalahan industri.
Menurut Hill, Amerika Serikat membutuhkan solusi legislatif permanen untuk memastikan posisi negara sebagai pemimpin dalam teknologi blockchain dan aset digital. Ia merujuk pada rancangan undang-undang FIT21 serta Clarity Act yang ia susun sebagai bentuk solusi hukum yang lebih solid dan tahan lama.
Harapan Hill untuk meloloskan aturan ini masih terbuka dalam masa sidang akhir tahun atau periode lame-duck di Kongres. Istilah ini merujuk pada masa transisi setelah pemilihan umum di mana anggota parlemen yang akan lengser masih memiliki wewenang untuk bersidang.
Pernyataan ini muncul sebagai respon atas kegagalan RUU Clarity Act di Senat bulan lalu dengan perolehan suara 49 banding 50. Kegagalan tersebut memaksa para pelaku industri untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang dikeluarkan secara sepihak oleh SEC dan CFTC.
Langkah-langkah yang diambil lembaga tersebut memang tergolong cepat dalam merespons kebutuhan pasar. SEC, misalnya, telah meluncurkan pengecualian inovasi untuk saham berbasis token dan aturan penyimpanan kripto bagi penasihat investasi.
Di sisi lain, CFTC telah mengirimkan draf aturan pasar kripto ke Gedung Putih dan merancang pengawasan federal terhadap bursa kripto. Bagi Hill, semua inisiatif ini bersifat rapuh karena dapat digugat di pengadilan atau dibatalkan oleh pemerintahan berikutnya kapan saja.
Sebagai pendukung kuat kripto, Hill meyakini bahwa undang-undang adalah satu-satunya jalan menuju kepastian yang permanen. Meski jendela waktu untuk mengesahkan undang-undang sebelum akhir tahun sangat sempit, ia menolak untuk menyerahkan masa depan aset digital sepenuhnya kepada kebijakan regulator semata.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor