Token NEAR Masuk Jajaran 20 Besar Kripto Setelah Melonjak 140 Persen

Aset kripto NEAR Protocol resmi menembus jajaran 20 besar aset kripto berdasarkan nilai kapitalisasi pasar global pada hari Kamis.
Pencapaian ini didorong oleh lonjakan harga yang cukup fantastis mencapai 140 persen dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Berdasarkan data dari CoinGecko, performa agresif ini menempatkan NEAR di posisi yang lebih tinggi dibandingkan aset digital lain seperti Stellar dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai kisaran USD 7,2 miliar atau setara dengan Rp112 triliun.
Saat artikel ini disusun, token NEAR diperdagangkan pada harga sekitar USD 5,51 atau setara Rp86.000 per koin.
Kenaikan harga ini terjadi seiring dengan volume transaksi pada NEAR Intents yang mencatatkan angka impresif. Platform tersebut, yang berfungsi sebagai protokol perdagangan lintas rantai atau cross-chain, mencatat total volume transaksi kumulatif melebihi USD 31 miliar atau sekitar Rp483 triliun.
Sebuah pencapaian besar bagi ekosistem NEAR mengingat fungsi utama protokol tersebut memfasilitasi pertukaran aset antar jaringan blockchain yang berbeda tanpa memerlukan perantara tradisional. Popularitasnya terus meningkat seiring kebutuhan pasar akan efisiensi transaksi yang lebih fleksibel di dunia kripto.
Faktor lain yang turut memicu reli harga NEAR adalah peluncuran produk bursa spot pertama di Amerika Serikat yang melacak token tersebut. Produk investasi dari Bitwise tersebut mulai diperdagangkan di NYSE Arca dengan kode saham NRR sejak 29 September.
Skema investasi ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan eksposur terhadap aset NEAR tanpa harus memiliki atau menyimpan token tersebut secara langsung di dompet digital mereka. Hal ini menjadi langkah besar dalam adopsi instrumen keuangan berbasis kripto ke pasar modal konvensional di Amerika Serikat.
Di balik kesuksesan tersebut, ekosistem NEAR sempat menghadapi tantangan keamanan yang cukup serius pada pekan lalu. Layanan NEAR Intents sempat mengalami peretasan yang menyebabkan hilangnya dana sebesar USD 3,8 juta atau sekitar Rp59 miliar melalui celah pada infrastruktur deposit dan penarikan mereka.
Respons cepat kemudian diambil oleh pihak manajemen guna memitigasi dampak dari insiden tersebut. Alex Shevchenko selaku General Manager NEAR mengonfirmasi bahwa seluruh dana yang dicuri telah berhasil dikembalikan sepenuhnya kepada pengguna hanya berselang sehari setelah celah keamanan tersebut diungkap ke publik.
Pemulihan dana yang cepat ini memberikan sentimen positif bagi para investor di tengah pasar yang sedang volatil. Stabilitas kepercayaan komunitas menjadi modal utama bagi NEAR untuk mempertahankan posisinya dalam peringkat 20 besar aset kripto dunia di tengah ketatnya persaingan antar jaringan blockchain.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









