Tantangan Ford Fathom EV dalam Mengulangi Kejayaan Masa Lalu Perusahaan

Ford sedang mencari produk terobosan baru untuk mendongkrak penjualan melalui kehadiran mobil pikap listrik Fathom. CEO Jim Farley bahkan menyebut peluncuran truk ini sebagai momen bersejarah bagi perusahaan yang berbasis di Michigan tersebut.
Perusahaan otomotif ini memang sedang berada dalam posisi sulit karena penjualan kendaraan mereka terus menurun dalam dua dekade terakhir. Data mencatat angka penjualan tahun 2025 sebanyak 2,08 juta unit, jauh di bawah puncak kejayaan mereka pada tahun 2000 yang mencapai 4,48 juta kendaraan.
Fathom hadir dengan harga kompetitif mulai dari USD 29.945 atau sekitar Rp470 juta. Angka ini jauh di bawah rata-rata harga mobil listrik di pasar yang mencapai USD 56.000 atau sekitar Rp880 juta.
Meskipun harga yang ditawarkan cukup terjangkau, konsumen tidak melulu membeli kendaraan hanya berdasarkan nilai ekonomisnya saja. Ford kini harus menghadapi selera pasar yang saat ini lebih mendominasi ke arah kendaraan jenis SUV daripada pikap kompak.
Sebagian besar pembeli mobil saat ini lebih memilih SUV dengan proporsi mencapai 70 persen, sementara peminat pikap hanya sekitar 33 persen. Selain itu, desain Fathom belum mencerminkan kesan tangguh yang biasanya dicari oleh penggemar pikap konvensional.
Tantangan lain muncul dari sisi adopsi teknologi listrik yang masih menjadi hambatan bagi sebagian konsumen. Banyak pembeli yang masih merasa nyaman dengan kendaraan berbahan bakar minyak dan enggan berpindah ke teknologi baterai.
Ford mungkin bisa memenangkan hati pasar melalui pemasaran yang masif serta pelatihan tenaga penjual. Namun, Fathom kemungkinan besar hanya akan menjadi uji coba awal bagi platform kendaraan listrik universal mereka sebelum meluncurkan produk yang lebih besar nantinya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor













