Huawei Luncurkan Earbud FreeBuds 7 dengan Teknologi Peredam Bising AI

Huawei resmi meluncurkan earbud nirkabel terbaru mereka, FreeBuds 7, di pasar China dengan mengandalkan integrasi kecerdasan buatan untuk meredam kebisingan.
Perangkat audio ini diperkenalkan dalam sebuah acara besar bersamaan dengan peluncuran sistem operasi HarmonyOS 7 serta ponsel lipat tiga terbaru milik perusahaan tersebut. Huawei membidik segmen premium dengan harga jual 999 yuan atau sekitar Rp2,2 juta.
Peningkatan signifikan terlihat pada penggunaan chip audio AI generasi ketiga yang dikembangkan secara internal oleh Huawei. Komponen ini memiliki kemampuan komputasi dua kali lipat lebih tinggi dari pendahulunya.
Chip tersebut mampu melakukan pengambilan sampel suara lingkungan hingga 400.000 kali per detik dengan latensi pemrosesan sangat rendah, yakni hanya 8 mikrodetik. Kecepatan ini menjadi kunci dalam memberikan pengalaman audio yang konsisten bagi pengguna.
Sistem Active Noise Cancellation atau ANC pada perangkat ini mencatatkan peningkatan kedalaman pengurangan kebisingan rata-rata hingga 230 persen. Bandwidth peredam bisingnya juga mengalami kenaikan 275 persen dibandingkan model sebelumnya agar mampu mencakup rentang suara yang lebih luas.
Teknologi ANC sendiri merupakan fitur canggih pada perangkat audio yang berfungsi menangkal suara bising dari luar, sehingga pendengar hanya fokus pada suara dari earbud. Fitur ini sangat populer pada perangkat kelas atas karena mampu menciptakan ruang kedap suara personal di tengah keramaian.
Huawei turut menyematkan teknologi pemrosesan panggilan senyap dua arah yang efektif hingga tingkat kebisingan 100 dB. Algoritma AI bekerja memisahkan suara manusia dari gangguan lingkungan secara presisi agar komunikasi tetap terdengar jernih.
Dari sisi desain, produsen asal China ini menerapkan konsep semi-in-ear tanpa eartips silikon dengan bobot hanya 4,3 gram per unit. Desain ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.
Pusat gravitasi perangkat telah digeser ke bagian dalam sebesar 17 persen demi meningkatkan stabilitas saat dipakai di telinga. Huawei berusaha menyeimbangkan antara estetika perangkat yang ramping dan ergonomi bagi penggunanya.
Sistem peredam kebisingan latar belakang didukung algoritma persepsi AI yang melakukan penyesuaian lebih dari 10.000 kali per detik. Kecepatan konvergensi algoritma ini diklaim melonjak 750 persen dibandingkan generasi terdahulu.
Pembaruan juga menyentuh bagian casing pengisi daya yang kini hadir dengan ukuran 25 persen lebih kecil. Selain lebih ringkas, bobot casing ini dibuat 17 persen lebih ringan guna meningkatkan portabilitas bagi pengguna yang aktif bepergian.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor

















