Xiaomi 18 dan 18 Pro Max Segera Masuk Indonesia, Kantongi Sertifikat TKDN

Xiaomi bersiap memperkuat dominasinya di pasar ponsel pintar premium tanah air dengan kehadiran lini terbaru mereka. Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max telah resmi terdaftar dalam laman sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Kementerian Perindustrian.
Sertifikasi ini menjadi syarat mutlak bagi perangkat telekomunikasi berbasis 4G atau 5G untuk dapat dipasarkan secara legal di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan mendorong industri manufaktur lokal agar lebih berdaya saing.
Data dari situs Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menunjukkan model 2611FPNFAG merujuk pada Xiaomi 18 reguler. Sementara itu, kode 2609BPN61G mewakili varian tertinggi yaitu Xiaomi 18 Pro Max.
Menariknya, kehadiran varian Pro Max di Indonesia menjadi sejarah baru bagi Xiaomi. Sebelumnya, produsen asal Tiongkok ini cenderung membatasi portofolio flagship mereka di pasar lokal dengan hanya menghadirkan model standar atau varian Ultra.
Keputusan membawa varian Pro Max mengindikasikan pergeseran strategi perusahaan untuk membidik pasar kelas atas di Indonesia yang semakin matang. Pilihan ini memberi konsumen lebih banyak alternatif perangkat dengan spesifikasi fotografi dan layar kelas wahid.
Berdasarkan bocoran spesifikasi yang beredar, perangkat ini akan ditenagai oleh prosesor terbaru dari Qualcomm. Model standar dijadwalkan mengusung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6, sedangkan varian yang lebih tinggi bakal menggunakan versi Pro dengan fabrikasi 2nm yang lebih efisien daya.
Terkait waktu peluncuran, Xiaomi diperkirakan mulai memperkenalkan perangkat ini secara global pada September 2026. Momen tersebut bertepatan dengan berakhirnya ajang tahunan Qualcomm Snapdragon Summit yang menjadi panggung utama bagi teknologi prosesor mobile terkini.
Proyeksi jadwal rilis untuk pasar Indonesia tampaknya akan mengikuti pola bertahap. Model Pro dan Pro Max kemungkinan hadir lebih dulu di tangan konsumen pada akhir tahun 2026, sementara varian reguler dijadwalkan menyusul pada awal 2027.
Pola peluncuran ini kerap diterapkan oleh banyak produsen untuk mengelola rantai pasok dan permintaan pasar yang dinamis. Meski demikian, penggemar perangkat Xiaomi di Indonesia masih menunggu pengumuman resmi terkait harga jual serta ketersediaan unit di gerai resmi.
Keberhasilan lini ini nantinya akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap peningkatan harga yang umumnya menyertai teknologi chipset terbaru. Persaingan di segmen ponsel flagship memang kian sengit dengan banyaknya pemain global yang juga mengandalkan spesifikasi teknis tinggi.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor










