5 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau dari Dokter Tirta, Nomor 3 Bikin Kaget

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat malam, 4 September 2026, kini menyisakan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Kondisi udara yang memburuk akibat sebaran abu vulkanik memaksa warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra agar terhindar dari gangguan kesehatan pernapasan.
Dokter Tirta, seorang edukator kesehatan yang berpengalaman menangani dampak abu vulkanik, membagikan panduan praktis untuk menghadapi situasi darurat ini bagi masyarakat luas.
Langkah pertama yang paling mendasar adalah penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, meskipun intensitas abu terlihat tipis atau tidak kasat mata.
Tirta menjelaskan bahwa menghirup partikel abu vulkanik secara berulang berisiko memicu reaksi alergi, iritasi saluran pernapasan atas, hingga risiko bronkitis yang serius bagi individu dengan sensitivitas tinggi.
Jangan sekali-kali menyapu tumpukan abu di halaman rumah dalam kondisi kering karena tindakan tersebut justru membuat partikel berbahaya kembali beterbangan ke udara.
Cara membersihkan yang tepat adalah dengan menyiram abu menggunakan air terlebih dahulu guna meminimalisir debu yang terhirup saat proses pembersihan berlangsung di area hunian.
Terkait kesehatan kulit wajah, Tirta memberikan tips khusus agar tidak menggosok wajah secara keras saat terkena paparan debu vulkanik guna menghindari risiko kulit tergores atau luka.
Wajah sebaiknya segera dibersihkan menggunakan pembersih wajah yang lembut, dan masyarakat diminta untuk tidak panik apabila mencium aroma udara yang terasa berbeda dari biasanya.
Bagi mereka yang gemar berolahraga di ruang terbuka, disarankan untuk mengalihkan aktivitas ke dalam ruangan sementara waktu untuk mencegah peningkatan frekuensi pernapasan yang mempercepat masuknya partikel abu.
Peningkatan kewaspadaan ini sejalan dengan data BMKG yang memantau sebaran abu hingga ketinggian 50.000 kaki, yang turut menyebabkan pembatalan operasional ratusan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Masyarakat diimbau agar selalu memantau informasi terkini dari kanal resmi dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memitigasi dampak buruk abu vulkanik bagi tubuh.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor








