5 Destinasi Wisata di Asia yang Menjadi Surga bagi Para Pencinta Kucing

Bagi Anda yang selalu berhenti sejenak saat melihat kucing di pinggir jalan, berwisata ke destinasi yang ramah terhadap hewan ini tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Benua Asia memiliki sejumlah lokasi unik yang identik dengan kucing, mulai dari pulau terpencil yang dihuni ribuan kucing hingga kota metropolitan yang menjadikan hewan ini sebagai bagian integral dari budaya lokal.
Mengunjungi destinasi ramah kucing tidak sekadar menawarkan kesempatan untuk berfoto bersama hewan-hewan menggemaskan. Perjalanan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana manusia dan kucing dapat hidup berdampingan secara harmonis dalam tatanan sejarah serta budaya masyarakat setempat.
Rekomendasi pertama adalah Tashirojima di Prefektur Miyagi, Jepang, yang secara luas dikenal sebagai Pulau Kucing. Akses menuju pulau ini dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari Ishinomaki.
Sejarah panjang hubungan antara warga dan kucing di Tashirojima bermula dari pemeliharaan kucing untuk melindungi industri kepompong ulat sutra dari gangguan tikus. Hingga saat ini, para nelayan setempat masih rutin memberikan sebagian hasil tangkapan mereka kepada kucing-kucing yang mendiami pulau tersebut.
Selain dapat berinteraksi dengan kucing di sekitar kawasan permukiman Nitoda, wisatawan bisa mengunjungi kuil khusus kucing atau menginap di Manga Island. Karena fasilitas di pulau ini cukup terbatas, pengunjung harus memperhatikan jadwal feri keberangkatan agar perjalanan tetap lancar.
Destinasi kedua adalah Houtong Cat Village yang terletak di New Taipei City, Taiwan. Awalnya merupakan kawasan tambang batu bara, tempat ini telah bertransformasi menjadi desa wisata yang populer berkat populasi kucingnya yang ramah lingkungan.
Kehadiran para kucing di sini berhasil menarik minat banyak fotografer dan wisatawan, yang kemudian membentuk identitas baru bagi desa tersebut. Pemerintah setempat pun melengkapi fasilitas wisata dengan jembatan tematik kucing serta museum sejarah pertambangan untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
Berbeda dengan kedua lokasi sebelumnya, Samut Songkhram di Thailand menawarkan pengalaman yang lebih fokus pada aspek kesejahteraan kucing. Wilayah ini dikenal memiliki pusat pelestarian lokal yang mendedikasikan diri untuk merawat kucing liar serta kucing komunitas.
Di sini, wisatawan bisa mengunjungi pusat konservasi kucing Thailand kuno yang mengoleksi berbagai ras lokal. Destinasi ini sangat cocok dipadukan dengan agenda mengunjungi pasar terapung populer, seperti Amphawa Floating Market yang berjarak tidak jauh dari pusat kota.
Kota Kuching di Sarawak, Malaysia, menempati urutan keempat sebagai destinasi wajib bagi para pencinta kucing. Nama kota ini sendiri secara etimologis memang merujuk pada kata kucing, yang tercermin dari banyaknya patung kucing ikonik di penjuru kota.
Bukan hanya patung, kota ini memiliki museum khusus yang menyimpan koleksi informasi tentang kucing dari berbagai negara. Kucing-kucing di sini dapat dengan mudah ditemui di kafe maupun pasar, di mana warga lokal sangat aktif menjaga kesehatan populasi kucing melalui program sterilisasi.
Terakhir, Shanghai di China membuktikan bahwa kota metropolitan pun bisa menjadi rumah yang ramah bagi kucing komunitas. Beberapa kawasan seperti Houtan Park dan area yang dijuluki City Cat Island menyediakan tempat perlindungan serta jadwal makan teratur bagi para kucing.
Pemerintah kota setempat juga giat menerapkan pendekatan TNR, yakni menangkap, mensterilkan, dan melepas kembali kucing ke lingkungan yang aman. Inisiatif ini direncanakan akan terus diperluas hingga tahun 2026 dengan membangun lebih banyak ruang edukasi bagi publik.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor









