Alasan Maskapai Memperketat Aturan Berat Bagasi Kabin Penumpang

Sejumlah maskapai penerbangan dunia mulai memperketat aturan berat bagasi kabin bagi para penumpang demi alasan operasional dan keselamatan.
Kebijakan ini terlihat melalui perubahan regulasi yang diterapkan beberapa maskapai besar di Australia mulai Februari 2026 mendatang. Virgin Australia menetapkan batas maksimal 8 kilogram untuk satu tas kabin bagi penumpang kelas ekonomi, sementara maskapai lain seperti Qantas dan Jetstar menerapkan standar berat yang bervariasi.
Setiap pesawat memiliki batas maksimum beban lepas landas yang sangat spesifik. Perhitungan ini mencakup total berat pesawat, bahan bakar, kargo, kru, penumpang, hingga seluruh bagasi yang masuk ke kabin.
Maskapai di Australia umumnya mengacu pada standar berat penumpang dewasa untuk pesawat kapasitas menengah, yakni 81,8 kilogram bagi pria dan 66,7 kilogram bagi wanita. Selain itu, terdapat penetapan standar berat bagasi kabin sebesar 7 kilogram per orang yang telah disetujui oleh regulator penerbangan setempat atau Civil Aviation Safety Authority.
Strategi bisnis menjadi faktor berikutnya di balik kebijakan ini. Maskapai berbiaya rendah sering kali mengandalkan pendapatan tambahan di luar harga tiket untuk menjaga keberlangsungan operasional mereka.
International Air Transport Association memproyeksikan pendapatan tambahan maskapai secara global dapat menembus angka 144 miliar dollar AS atau setara Rp2.539 triliun pada 2026. Penumpang yang melampaui batas berat bagasi secara otomatis akan dikenakan biaya tambahan yang masuk dalam skema pendapatan tersebut.
Keselamatan penerbangan menempati posisi puncak sebagai alasan utama pengaturan ketat bagasi kabin. Barang bawaan yang terlalu berat akan menghambat proses boarding penumpang secara keseluruhan.
Awak kabin menghadapi risiko cedera fisik ketika harus membantu mengangkat barang berat ke kompartemen atas secara berulang. Situasi darurat juga menuntut evakuasi cepat yang bisa terhambat jika penumpang teralihkan oleh upaya mengambil bagasi dari ruang penyimpanan atas atau bawah kursi.
Kepatuhan terhadap batas berat bukan sekadar langkah menghindari denda atau biaya tambahan di bandara. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya kolektif guna memastikan efisiensi layanan serta menjaga keamanan seluruh penumpang selama berada di dalam pesawat.
Oleh karena itu, calon penumpang disarankan melakukan pengecekan mendalam terhadap ketentuan bagasi sebelum melakukan perjalanan. Perbedaan aturan sering kali terjadi tergantung pada rute penerbangan, kelas tiket, hingga kebijakan khusus yang ditetapkan oleh masing-masing maskapai secara individual.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor












