Amankah Menyalakan AC Saat Hujan Abu Vulkanik Terjadi di Wilayah Anda?

Penggunaan pendingin udara atau AC di tengah fenomena hujan abu vulkanik kerap menimbulkan keraguan bagi masyarakat terkait keamanan perangkat dan kualitas udara di dalam ruangan.
Keputusan untuk menyalakan atau mematikan AC sangat bergantung pada intensitas abu yang jatuh di sekitar tempat tinggal. Dalam kondisi hujan abu ringan, perangkat ini umumnya masih dapat dioperasikan asalkan seluruh akses udara seperti jendela dan pintu tertutup rapat.
Menurut laporan dari Inquirer, sistem kerja AC tipe split maupun jendela sebenarnya mengandalkan sirkulasi udara dari dalam ruangan, bukan menarik udara dari luar secara langsung. Selama isolasi ruangan terjaga dengan baik, kontaminasi partikel debu vulkanik ke area hunian dapat diminimalkan.
Situasi berubah drastis saat intensitas hujan abu vulkanik mulai menebal atau bersifat berat. Pada tingkat ini, penggunaan AC sebaiknya dihentikan segera demi menjaga kondisi teknis mesin pendingin tersebut.
Penumpukan abu vulkanik pada unit luar atau kondensor berisiko menyebabkan panas berlebih pada bagian kompresor. Gangguan ini berpotensi merusak sistem pendingin secara menyeluruh dan memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Selain risiko teknis, kualitas udara dalam rumah tetap akan terdegradasi jika abu vulkanik masuk melalui celah bangunan. Langkah pembersihan rutin setelah paparan abu mereda sangat dianjurkan untuk mempertahankan kinerja perangkat, meski pemilik harus berhati-hati saat menggunakan alat penyedot debu agar tidak merusak komponen internal.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












