Mengenang Martha Tilaar: Lima Produk Legendaris Sariayu yang Tetap Eksis

Kabar duka menyelimuti industri kecantikan nasional setelah berpulangnya sang pionir, Martha Tilaar.
Pendiri jenama kosmetik legendaris Sariayu tersebut mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 14 Oktober 2026. Sosok perempuan kelahiran Kebumen ini dikenal memiliki jasa yang besar dalam memajukan standar kecantikan berbasis kearifan lokal.
Sariayu mulai menyapa konsumen Indonesia sejak dekade 1970-an dengan fokus pada penggunaan bahan-bahan alami nusantara. Produk-produknya dikenal luas karena memiliki kualitas yang terjaga namun tetap dipasarkan dengan harga terjangkau, sering kali di bawah Rp50.000. Hal tersebut menjadikan jenama ini mampu bertahan di tengah gempuran berbagai merek kosmetik mancanegara.
Kepergian tokoh yang memulai bisnis dari garasi rumahnya ini menyisakan warisan berupa deretan produk yang telah menemani lintas generasi.
Salah satu produk yang paling melekat di ingatan masyarakat adalah alas bedak cair atau liquid foundation ukuran 35 ml. Meskipun persaingan produk alas bedak saat ini sangat ketat, Sariayu tetap mempertahankan formula andalannya yang sudah ada selama lebih dari satu dekade.
Keunggulan utama dari produk ini terletak pada pilihan warna kuning langsat yang menjadi representasi warna kulit asli perempuan Indonesia. Pemilihan corak yang tepat membuat alas bedak ini tetap relevan dan dicari oleh konsumen setianya hingga kini. Harganya pun sangat ekonomis, yakni berada di kisaran Rp20.000 di berbagai platform belanja daring maupun toko luring.
Alas bedak ini juga diperkaya dengan minyak cendana yang memberikan fungsi ganda sebagai pelembap kulit.
Kandungan tersebut memberikan aroma segar khas rempah yang menenangkan saat diaplikasikan ke wajah. Teksturnya yang ringan membuatnya cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa menyumbat pori-pori secara berlebihan.
Selain alas bedak, bedak tabur dengan corak kuning langsat juga menjadi produk yang tidak lekang oleh waktu. Bedak ini memiliki formula yang serupa dengan alas bedaknya, yakni mengandung minyak cendana untuk menjaga kelembapan alami kulit. Tambahan tabir surya alami di dalamnya memberikan perlindungan ekstra bagi kulit dari paparan sinar matahari yang terik.
Konsumen bisa mendapatkan bedak tabur legendaris ini dengan harga yang cukup ramah di kantong, sekitar Rp20.000 per kemasan.
Pilihan harga yang sangat kompetitif ini menjadi bukti komitmen mendiang Martha Tilaar untuk menyediakan produk kecantikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Ketersediaannya yang luas di pasar tradisional hingga swalayan modern memudahkan siapa saja untuk merawat diri tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Sariayu juga memiliki produk bedak padat yang dikenal dengan nama Dwiguna SPF15 Refreshing Aromatic. Produk ini merupakan inovasi yang menggabungkan fungsi alas bedak dan bedak dalam satu kemasan praktis untuk kebutuhan riasan yang cepat. Penggunaannya sangat digemari oleh mereka yang memiliki mobilitas tinggi namun ingin tetap terlihat segar sepanjang hari.
Bedak padat ini mengandung minyak pepermin yang memberikan sensasi dingin dan aroma yang menyegarkan pada kulit.
Kehadiran vitamin E sebagai antioksidan juga membantu menjaga kesehatan kulit dari radikal bebas di lingkungan sekitar. Sariayu tetap konsisten menawarkan dua pilihan warna utama, yaitu kuning langsat dan kuning pengantin, yang sudah menjadi identitas kuat produk tersebut.
Kekuatan Sariayu tidak hanya terletak pada kosmetik dekoratif, tetapi juga pada rangkaian perawatan dasar kulit melalui produk pelembapnya. Varian mawar dan jeruk hadir dalam kemasan 35 ml yang sangat praktis untuk dibawa bepergian ke mana saja. Keduanya dilengkapi dengan perlindungan sinar ultraviolet dan kompleks gardenia untuk menutrisi jaringan kulit secara mendalam.
Varian mawar lebih disarankan bagi mereka yang memiliki karakteristik kulit cenderung sensitif atau kering.
Sementara itu, varian jeruk nipis sangat efektif untuk membantu mengontrol kadar minyak berlebih pada wajah. Keberagaman pilihan ini menunjukkan kedalaman riset yang dilakukan oleh tim Martha Tilaar dalam memahami kebutuhan kulit tropis yang sangat spesifik.
Melengkapi rangkaian perawatan kulit, produk pembersih atau cleansing milk varian mawar tetap menjadi pilihan populer bagi banyak orang. Di tengah tren pembersih wajah modern seperti micellar water atau cleansing oil, produk tradisional ini masih memiliki pangsa pasar yang loyal. Pengguna setianya merasa bahwa pembersihan dengan tekstur susu jauh lebih lembut dan tidak membuat kulit terasa kaku.
Produk pembersih ini mengandung minyak mawar dan ekstrak gardenia yang berfungsi memberikan nutrisi tambahan saat proses pengangkatan sisa riasan.
Hasil akhirnya tetap memberikan khasiat maksimal bagi pemilik kulit normal hingga kering yang membutuhkan kelembapan ekstra. Konsistensi dalam menjaga kualitas dan aroma yang khas menjadi alasan utama mengapa produk ini masih diproduksi hingga saat ini.
Keberhasilan Sariayu untuk terus eksis selama puluhan tahun merupakan cerminan dari visi besar Martha Tilaar dalam membangun industri kecantikan lokal.
Kepercayaan masyarakat terhadap jenama ini terbangun berkat kejujuran kualitas dan aksesibilitas harga yang ditawarkan secara konsisten. Warisan pemikiran dan karya Martha Tilaar akan terus hidup melalui setiap produk yang kini telah menjadi bagian dari keseharian jutaan perempuan di Indonesia.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)













