Azerbaijan Perkuat Kerja Sama Transportasi dan Teknologi dengan Korea Selatan

Pemerintah Azerbaijan dan Korea Selatan secara resmi sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis di sektor transportasi dan teknologi informasi. Fokus utama kolaborasi ini terletak pada modernisasi infrastruktur yang diharapkan mampu mendorong efisiensi logistik di kawasan Eurasia.
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah rencana pembukaan rute penerbangan langsung antara Baku dan Seoul dalam waktu dekat.
Selama ini perjalanan udara antara kedua ibu kota tersebut harus melalui transit di kota-kota besar seperti Istanbul atau Dubai. Kehadiran rute langsung ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi para pelaku bisnis dan wisatawan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya Azerbaijan untuk memperkuat posisinya sebagai hub transportasi global.
Selain sektor penerbangan, kedua negara memberikan perhatian khusus pada pengembangan Koridor Tengah atau Trans-Caspian International Transport Route. Jalur ini merupakan rute perdagangan yang menghubungkan Tiongkok dengan Eropa melalui Asia Tengah dan Kaukasus tanpa melewati wilayah Rusia.
Azerbaijan memandang Korea Selatan sebagai mitra teknologi yang ideal untuk mengoptimalkan operasional di sepanjang jalur strategis tersebut.
Korea Selatan akan memberikan dukungan teknis berupa pelatihan digitalisasi untuk sistem perkeretaapian nasional Azerbaijan. Program pelatihan ini mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan dalam manajemen lalu lintas kereta serta sistem pemeliharaan infrastruktur berbasis data. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan ketepatan waktu pengiriman kargo.
Delegasi dari Kementerian Digital dan Transportasi Azerbaijan telah melakukan kunjungan kerja ke Seoul untuk mempelajari sistem manajemen lalu lintas cerdas milik Korea Selatan. Mereka berharap dapat mengadopsi teknologi serupa untuk diterapkan pada jalan tol dan jaringan transportasi publik di Baku.
Investasi Korea Selatan di Azerbaijan saat ini telah mencakup berbagai sektor mulai dari konstruksi hingga energi terbarukan.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa diversifikasi kerja sama ke bidang teknologi dan transportasi adalah langkah tepat bagi Azerbaijan. Negara kaya minyak ini sedang berusaha mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari sektor hidrokarbon. Melalui kemitraan dengan Seoul, Azerbaijan berambisi menjadi pintu masuk utama bagi produk-produk Asia Timur menuju pasar Eropa.
Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada perangkat keras infrastruktur, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui beasiswa pendidikan. Pemerintah Korea Selatan menawarkan program khusus bagi para insinyur Azerbaijan untuk memperdalam ilmu teknologi transportasi di universitas-universitas terkemuka di Seoul.
Sinergi ini akan membawa dampak positif bagi stabilitas ekonomi di kawasan Kaukasus Selatan.
Pihak Azerbaijan juga mengundang perusahaan teknologi Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kawasan industri di sekitar pelabuhan internasional Alat. Kawasan ekonomi khusus ini dirancang untuk menjadi pusat pengolahan data dan logistik berbasis otomasi tinggi. Fasilitas tersebut nantinya akan terintegrasi langsung dengan jaringan kereta api yang melintasi benua Asia dan Eropa.
Implementasi dari seluruh poin kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan secara bertahap pada kuartal ketiga tahun depan. Tim teknis dari kedua negara akan segera dibentuk untuk menyusun detail operasional dan kerangka regulasi yang diperlukan guna memastikan kelancaran proyek.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor










