Dana Moneter Internasional (IMF) Perkirakan Ekonomi Dunia Tumbuh 6% Pada Tahun 2021
Dunia
Sumber Foto: AFP/Andrew Caballero Reynolds

Beritana, Bangkalan - International Monetary Fund/IMF (Dana Moneter Internasional) mengumumkan bahwa peningkatan serta pertumbuhan ekonomi dunia dalam Prospek Ekonomi Global, Selasa (6/4) di Whasington DC.

Gita Gopinath, Kepala Ekonom IMF mengatakan ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan dalam perkiraan sebesar 6 persen pada 2021, tidak berbeda jauh dengan 4,4 persen pada 2022.

Proyek pertumbuhan ekonomi global yang terbaru dari IMF itu merupakan perubahan besar dari perkiraan turun 3,3 persen pada 2020, ketika dunia dilanda pandemi virus Corona.

"Jadi perkiraan kami pada Januari, kami menaikkan pertumbuhan 2021 menjadi 6 persen dan 2022 sebesar 4,4 persen, ini mencerminkan bantuan anggaran tambahan yang diberikan di Amerika Serikat (stimulus), dan juga upaya vaksinasi yang dapat menguatkan pemulihan ekonomi pada paruh tahun kedua, berlanjutnya ketahanan aktivitas ekonomi terhadap pandemi juga berlangsung di berbagai belahan dunia," ujarnya.

Gita Gopinath menambahkan bahwa pemulihan ekonomi yang sangat cepat itu bisa menimbulkan resiko keuangan, jika suku bunga di Amerika Serikat naik lebih tinggi secara tidak terduga.

Laporan Amerika Serikat minggu lalu mengatakan bahwa telah menambah 916 ribu lapangan pekerjaan pada Maret. Departemen Tenaga Kerja Amerika mengatakan bahwa lowongan kerja tersebut merupakan yang tertinggi dalam dalam dua tahun terakhir 5,1 persen diatas tingkat prapandemi.

Lowongan pekerjaan, dan tolak ukur permintaan tenaga kerja, naik dari yang sebelumnya sebanyak 268 ribu menjadi 7,4 juta pada 28 Februari, akan tetapi Kepala Ekonom IMF menekankan, ketidakpastian tetap tinggi dalam proyeksi IMF dikarenakan pandemi yang belum usai ini, dan laju kasus Covid-19 yang semakin meningkat di banyak negara.

Terdapat pemulihan yang bervariasi di berbagai negaram menurut IMF " negara yang lambat meluncurkan vaksin, dukungan kebijakan yang lebih terbatas, dan lwibh tergantung pada sektor swasta tidak seberapa bagus kinerjanya.

Kepala Ekonom IMF mengatakan resiko yang terbesar tetaplah pandemi, kalau ada varian baru virus yang mampu menangkis vaksin, maka proyeksi itu menurun sangat tajam. Namun kalau pada sisi lain peluncuran vaksin lebih cepat, maka itu memberikan prospek yang lebih menggembirakan.

Sumber: VOA Indonesia

YOUR REACTION?

Facebook Conversations