PC PMII Probolinggo Desak Evaluasi Total Kebijakan Ketenagakerjaan Daerah

Probolinggo - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo belum mampu menjawab persoalan mendasar terkait tingginya angka pengangguran, dan terbatasnya lapangan pekerjaan lokal. Kondisi tersebut dinilai terus berulang tanpa solusi konkret, sementara masyarakat usia produktif semakin tersisih di daerahnya sendiri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kab. Probolinggo pada 2025 berada di kisaran 2,92 persen. Meski relatif lebih rendah dibanding sejumlah daerah lain, angka tersebut tetap mencerminkan puluhan ribu warga usia kerja yang belum terserap secara optimal di pasar kerja lokal.
PC PMII Probolinggo menilai, capaian TPT tersebut belum mencerminkan kualitas penyerapan tenaga kerja. Struktur ekonomi daerah yang lemah, rendahnya daya serap sektor formal, serta dominasi sektor informal menunjukkan masih rapuhnya perlindungan dan keberlanjutan kerja bagi masyarakat, terutama generasi muda. Ketergantungan tinggi pada sektor pertanian yang bersifat musiman juga mempersempit peluang kerja jangka panjang.







