Gangguan Massal Layanan AI Global Picu Spekulasi Serangan Negara Tertentu

Layanan kecerdasan buatan populer seperti ChatGPT, Claude, dan Grok mengalami gangguan akses secara serentak di berbagai belahan dunia pada Kamis malam, 3 September 2026.
Kelumpuhan sistem digital tersebut berdampak pada pengguna di banyak negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, dan India. Gangguan berlangsung selama kurang lebih 90 menit sebelum layanan kembali berangsur normal.
Pihak pengembang platform segera memberikan respons resmi terkait insiden ini. OpenAI menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam untuk menemukan akar permasalahan teknis yang menyebabkan ChatGPT tidak dapat diakses.
Sementara itu, pengembang Claude mengonfirmasi adanya lonjakan kesalahan sistem pada model Claude Mythos 5.1, Fable 5.1, serta Opus 5. Pihak perusahaan saat ini fokus memperbaiki infrastruktur yang terganggu agar layanan bisa kembali stabil.
X, pemilik chatbot Grok, juga mengakui adanya kendala teknis pada sistem mereka. Melalui pernyataan yang dikutip Hindustan Times, perusahaan menjanjikan pemulihan layanan dilakukan sesegera mungkin demi kenyamanan pengguna global.
Di sisi lain, pendiri platform Cardano, Charles Hoskinson, melontarkan teori yang berbeda terkait penyebab lumpuhnya berbagai platform AI tersebut. Dia menduga insiden ini dipicu oleh intervensi negara tertentu, bukan sekadar gangguan teknis biasa atau ulah peretas independen.
Menurut Hoskinson, ketergantungan masif industri AI pada perangkat keras dari Nvidia menjadi titik kerentanan utama. Dia berpendapat pemerintah negara tertentu mungkin memanfaatkan celah pada ekosistem chip tersebut untuk melumpuhkan layanan secara simultan.
”Kelihatannya ada negara yang menjatuhkan Claude, ChatGPT, dan Grok,” ujar Hoskinson melalui pernyataannya yang dilaporkan Beincrypto.
Analisis Hoskinson menyoroti perbedaan arsitektur perangkat keras yang digunakan masing-masing perusahaan. Dia membandingkan ketergantungan kompetitor terhadap Nvidia dengan Google yang memilih menggunakan Tensor Processing Units atau TPU buatan sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









