Guru Honorer SDN 060807 Medan Mengundurkan Diri Usai Dugaan Kekerasan Siswa

Seorang tenaga pengajar berinisial DAL resmi mengundurkan diri dari SDN 060807 Medan setelah memicu polemik akibat dugaan tindakan kekerasan terhadap sepuluh orang murid di sekolah tersebut.
Keputusan tersebut diambil DAL tak lama setelah para orang tua siswa melaporkan kejadian itu ke Dinas Pendidikan Kota Medan pada Rabu (26/8). Laporan dilayangkan karena guru tersebut memberikan sanksi fisik kepada siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah atau PR.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Medan, Mujiono, membenarkan bahwa pihak dinas telah menerima surat pengunduran diri dari tenaga honorer tersebut. Ia menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan inisiatif pribadi yang bersangkutan tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak kedinasan.
Mujiono menjelaskan bahwa awalnya dinas telah menetapkan jadwal mediasi antara pihak sekolah dan orang tua murid pada Selasa (1/9) lalu. Namun, upaya tersebut batal terlaksana karena pihak pelapor atau para orang tua tidak memenuhi undangan kehadiran yang telah disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi.
Meski mediasi urung digelar, Mujiono memastikan bahwa suasana di lingkungan SDN 060807 Medan kini telah kembali normal dan kondusif. Kedua belah pihak pun disebut telah mencapai titik damai, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Sebagai langkah pengawasan, Dinas Pendidikan Kota Medan tetap memberikan sanksi administratif kepada kepala sekolah berupa surat peringatan. Mujiono berpendapat bahwa teguran tersebut diperlukan agar peristiwa serupa tidak berulang di masa mendatang, mengingat status sekolah sebagai institusi pendidikan ramah anak.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor












