LRT Jabodebek Angkut 75 Juta Penumpang, Integrasi Moda Jadi Kunci

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume penumpang LRT Jabodebek telah mencapai 75.937.674 orang sejak awal beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 27 Agustus 2026. Pertumbuhan penumpang LRT Jabodebek yang konsisten ini menunjukkan peningkatan minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi publik ramah lingkungan di kawasan metropolitan.
Lonjakan pergerakan masyarakat ini ditopang oleh kemudahan akses akibat integrasi antarmoda di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pada awal masa pengoperasiannya pada tahun 2023, layanan ini mengangkut sebanyak 4.562.673 penumpang. Angka tersebut kemudian tumbuh pesat menjadi 21.055.870 orang pada tahun 2024, serta mencapai 28.816.787 orang sepanjang tahun 2025. Pergerakan positif ini berlanjut pada periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026 dengan jumlah pengguna yang terlayani mencapai 21.502.344 orang.
Jika menilik data pada rentang Januari hingga Juli 2026, akumulasi pengguna jasa mencapai 19.079.347 orang. Jumlah tersebut memperlihatkan pertumbuhan sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15.772.638 orang.
Rata-rata penumpang pada hari kerja naik 21 persen menjadi 115.126 orang per hari, sementara rata-rata akhir pekan naik 14 persen menjadi 46.305 orang per hari.
Stasiun Kampung Rambutan mencatat kenaikan volume pengguna tertinggi sebesar 46 persen, yakni dari 319.954 orang menjadi 465.783 orang. Tren serupa terjadi di Stasiun Ciracas yang tumbuh 28 persen menjadi 539.906 pengguna, serta Stasiun Rasuna Said yang naik 27 persen menjadi 1.105.918 pengguna. Adapun Stasiun Cikoko dan Stasiun Setiabudi masing-masing mencatatkan pertumbuhan pengguna sebesar 25 persen.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor














