Serangan Drone Ukraina Hambat Ekspor Gandum dan Minyak Rusia Lewat Laut Hitam

Serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur Rusia di Laut Hitam telah mengganggu ekspor gandum dan minyak dari pelabuhan Novorossiysk, serta beberapa pusat logistik penting lainnya.
Intensifikasi serangan pasukan Kyiv ke fasilitas-fasilitas kunci di wilayah ini telah menciptakan tantangan logistik yang signifikan bagi pengiriman penting Moskow. Situasi ini mengikis dominasi Rusia yang sebelumnya kokoh di perairan strategis tersebut.
Pada tahun 2014, Presiden Rusia Vladimir Putin pernah beralasan saat mencaplok Semenanjung Krimea, sebuah tindakan yang melanggar hukum internasional, bahwa mereka tidak dapat membiarkan pasukan NATO akhirnya masuk ke wilayah Krimea dan Sevastopol. Daerah tersebut, yang kaya sejarah militer Rusia, menurut Putin akan mengubah keseimbangan kekuatan secara radikal di kawasan Laut Hitam.
Kini, serangan Ukraina yang kian gencar ke Novorossiysk, pelabuhan komersial terbesar Rusia di Laut Hitam, telah menyebabkan gangguan serius pada pengiriman minyak dan gandum dalam beberapa pekan terakhir.
Angkatan Laut Rusia tidak lagi sepenuhnya mendominasi wilayah tersebut.
Pengiriman barang melalui Laut Hitam menjadi semakin sulit bagi Rusia karena rentetan serangan drone Ukraina. Penataan ulang logistik hanya dapat dilakukan secara parsial, dan itu pun dengan banyak kendala.
Para ahli yang berbicara kepada DW menyebutkan, jika serangan terus berlanjut dengan intensitas seperti ini, konsekuensinya bagi eksportir Rusia dan anggaran negara bisa sangat besar. Ini menciptakan tekanan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Moskow.
Novorossiysk telah menjadi pusat utama ekspor Rusia sejak abad ke-19.
Bahkan hingga kini, pelabuhan tersebut tetap menjadi yang terbesar di Rusia dalam hal volume kargo, sekaligus salah satu yang terbesar di Eropa.
Hingga sepertiga dari total ekspor gandum Rusia ditangani melalui hub ini, yang terletak dekat dengan wilayah pertanian utama negara tersebut. Selain gandum, minyak mentah, logam, dan barang-barang dalam kontainer juga melewati pelabuhan strategis ini.
Serangan drone maritim dan udara Ukraina baru-baru ini telah secara serius mengganggu pengiriman, terutama gandum. Andrei Sisov, kepala SovEcon, sebuah perusahaan riset dan konsultan yang berfokus pada pertanian, memantau perkembangan ini melalui Telegram.
Pada 12 Agustus, Sisov melaporkan bahwa Novorossiysk Bread Products Plant (NKHP) — salah satu terminal ekspor gandum terbesar Rusia — dan terminal gandum Novorossiysk menghentikan operasinya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)












