Ambisi Lamine Yamal Bawa Barcelona Juara Liga Champions Musim 2026/2027

Penyerang muda Barcelona, Lamine Yamal, menegaskan tekadnya untuk mengantarkan klub meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2026/2027.
Barcelona dijadwalkan menjamu Feyenoord pada laga pembuka kompetisi Eropa di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Kamis (9/9/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi langkah awal Blaugrana untuk mengakhiri puasa gelar kompetisi antarklub kasta tertinggi Eropa yang terakhir kali mereka menangkan pada musim 2014/2015.
Musim lalu, langkah Barcelona terhenti di babak perempat final usai kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid. Pengalaman pahit tersebut menjadi motivasi tambahan bagi Yamal yang sepanjang musim lalu tampil impresif dengan torehan enam gol dan empat assist dari 10 penampilan di panggung Eropa.
Yamal menyatakan bahwa Liga Champions memiliki daya pikat tersendiri dibandingkan kompetisi domestik. Pemain berusia 19 tahun itu melihat turnamen ini sebagai prioritas bagi seluruh skuad Barcelona saat ini.
"Tidak ada motivasi yang lebih besar selain memenangkan Liga Champions," ujar Yamal melalui keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa seluruh rekan setimnya memiliki semangat yang sama tinggi untuk mengukir sejarah baru di kompetisi tersebut.
Kepercayaan diri Yamal tumbuh setelah ia sukses membawa Barcelona menjuarai Liga Spanyol selama dua musim beruntun serta memenangkan Piala Dunia bersama tim nasional Spanyol pada musim panas lalu. Meski telah mengoleksi berbagai gelar bergengsi di usia muda, sang pemain masih merasa perlu banyak melakukan perbaikan diri.
Ia menekankan bahwa proses pembelajaran menjadi kunci untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi. Yamal berkomitmen untuk mendengarkan arahan dari orang-orang di sekitarnya demi perkembangan karier yang lebih baik.
"Sebagai sebuah tim, saya ingin terus memenangkan gelar, terutama Liga Champions. Secara pribadi, saya ingin berkembang setiap hari. Saya masih sangat muda, tetapi dengan mendengarkan, saya bisa berkembang," jelas pemain kelahiran Mataro tersebut.
Statistik mencatat laga kontra Feyenoord merupakan pertandingan ke-21 bagi Barcelona saat memulai kampanye Eropa di markas sendiri. Dalam 20 kesempatan sebelumnya, Barcelona mampu mencatatkan 18 kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kali menelan kekalahan, yakni saat takluk 0-3 dari Bayern Munchen pada musim 2021/2022.
Menghadapi Feyenoord yang pernah mereka singkirkan pada babak 16 besar Piala Eropa 1974/1975, Yamal mengingatkan rekan-rekannya bahwa kerja keras di lapangan merupakan prasyarat mutlak. Ia belajar banyak dari dominasi tim besar seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen yang selalu mengutamakan intensitas tinggi dalam menekan lawan.
"Jika kamu tidak berlari, tim mana pun akan mengalahkanmu. Jika kami ingin menang, kami harus berlari; jika tidak, kami akan kalah," tutupnya menegaskan bahwa efisiensi fisik akan menjadi kunci sukses Barcelona musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor








