Arsenal Makin Berbahaya Seiring Kembalinya Performa Terbaik Martin Odegaard

Martin Odegaard kembali membuktikan kapasitasnya sebagai motor serangan Arsenal setelah mencetak gol tunggal kemenangan kontra Napoli pada laga pembuka Liga Champions musim 2026-27.
Gol semata wayang yang tercipta pada menit ke-75 di Naples tersebut memastikan raihan tiga poin penuh bagi skuad asuhan Mikel Arteta dalam lawatan tandang yang cukup menantang.
Performa impresif sang kapten menandai kebangkitan fisiknya setelah musim lalu sempat terkendala cedera lutut dan bahu yang cukup serius. Kondisi kebugaran yang telah pulih sepenuhnya kini menjadi katalisator bagi The Gunners dalam upaya mereka memburu trofi bergengsi di kompetisi Eropa.
Musim lalu, statistik pemain asal Norwegia ini memang mengalami penurunan signifikan dengan hanya mencatatkan 36 penampilan di semua kompetisi. Ia pun harus absen dalam banyak momen krusial saat Arsenal mengamankan gelar juara Premier League setelah penantian panjang selama 24 tahun.
Perubahan drastis terlihat jelas pada awal musim ini saat Odegaard menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Ia tercatat sudah membobol gawang lawan dalam laga Community Shield melawan Manchester City serta pertandingan krusial menghadapi Chelsea dan Coventry City.
Dalam duel melawan Napoli, Odegaard menunjukkan kecerdasan taktis dengan melakukan pergerakan tanpa bola yang efektif ke dalam kotak penalti. Tendangan keras kaki kirinya menjadi bukti nyata bahwa ia kini lebih berani mengambil tanggung jawab sebagai pembeda di lapangan.
Mikel Arteta memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas yang ditunjukkan pemain bernomor punggung delapan tersebut. Sang manajer menekankan pentingnya memiliki pemain dengan keberanian tinggi untuk mengambil risiko dalam situasi sulit demi menentukan hasil pertandingan.
Pujian serupa datang dari mantan bek Premier League, Nedum Onuoha, yang menyebut kualitas permainan Arsenal sangat bergantung pada performa individu sang kapten. Kreativitas dan kemampuannya mengatur tempo serangan menjadi elemen kunci yang mengubah dinamika permainan The Gunners secara keseluruhan.
Selain ketajaman di depan gawang, Odegaard juga memberikan kontribusi besar dalam aspek transisi bertahan dan penguasaan bola. Hal ini memberikan keseimbangan bagi tim sehingga pola serangan menjadi lebih variatif dan sulit diprediksi oleh lawan.
Kemenangan di Italia ini semakin bernilai karena Arsenal berhasil melepaskan 26 tembakan sepanjang pertandingan, rekor tertinggi klub di Liga Champions sejak 2003. Catatan statistik ini menunjukkan betapa agresifnya lini depan Arsenal dalam membongkar pertahanan lawan yang disiplin.
Tantangan besar sudah menanti di depan mata dengan jadwal melawan klub raksasa seperti Real Madrid dan Bayern Munchen. Kehadiran Odegaard dalam kondisi prima menjadi harapan besar bagi pendukung Arsenal untuk menebus kegagalan musim lalu saat mereka tumbang di partai final oleh Paris Saint-Germain.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor











