Bali United Kehilangan Joao Ferrari Hingga Akhir Musim Akibat Cedera Lutut

Bali United resmi kehilangan bek asing Joao Ferrari selama sisa musim kompetisi BRI Super League 2026/2027 setelah mengalami cedera lutut parah dalam sesi latihan pada Jumat, 11 September 2026.
Absennya pemain berdarah Brasil-Italia ini menjadi pukulan telak bagi Serdadu Tridatu yang baru saja memasuki pekan kedua kompetisi. Kondisi ini membuat kedalaman skuad Bali United di lini pertahanan berada dalam situasi kritis.
Dokter tim Bali United, dr. Ganda Putra Anggraini Taufik, menjelaskan bahwa diagnosa awal telah ditegakkan melalui pemeriksaan MRI. Hasil tersebut menunjukkan kerusakan jaringan yang cukup signifikan pada bagian lutut sang pemain.
“Joao mengalami cedera lutut pada saat latihan dan kami telah melakukan MRI serta pemeriksaan. Memang dapat dikatakan, cedera yang dialaminya terbilang parah,” ujar Ganda.
Saat ini, tim medis sedang menerapkan penanganan konservatif untuk mengevaluasi apakah Ferrari memerlukan tindakan operasi segera atau tidak. Proses rehabilitasi akan berlangsung intensif dalam beberapa minggu ke depan untuk memantau perkembangan fisik bek tersebut.
Situasi Bali United diperburuk oleh status Thomas Lam, bek asing lainnya, yang juga masih berkutat dengan cedera. Ketiadaan dua pilar pertahanan asing ini memaksa pelatih Johnny Jansen memutar otak untuk merombak komposisi tim.
Jansen mengakui bahwa pihaknya kini harus bergerak cepat di bursa transfer untuk mendatangkan pemain pengganti guna menambal lubang di lini belakang. Langkah tersebut diperlukan agar performa tim tidak terpuruk di awal musim.
“Ya kami sedang mencoba mencari pemain untuk posisinya,” tutur Johnny Jansen saat dimintai keterangan mengenai rencana transfer klub.
Selama proses pencarian pemain baru berlangsung, pelatih memiliki opsi untuk mengandalkan bek lokal yang ada. Nama-nama seperti Kadek Arel, Putu Panji, Komang Dedi, hingga Bagas Adi Nugroho kini menjadi tumpuan utama di jantung pertahanan.
Fleksibilitas pemain lain seperti Ricky Fajrin dan Tim Geypens juga diharapkan mampu menutup celah yang ditinggalkan Ferrari. Keduanya memiliki kemampuan untuk ditarik ke posisi bek tengah apabila situasi menuntut perubahan taktik mendadak.
Catatan performa Ferrari musim lalu sebenarnya cukup krusial bagi Bali United. Ia tampil dalam 29 pertandingan sepanjang musim 2025/2026 dengan kontribusi empat gol dan dua assist yang membantu stabilitas permainan tim.
Kehilangan pemain dengan mobilitas setinggi Ferrari di awal kompetisi tentu merugikan rencana jangka panjang klub. Segenap elemen tim kini menanti kepastian mengenai rekrutmen pemain baru sebelum jendela transfer benar-benar tertutup bagi pendaftaran skuad musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








