Ismail Kartal Mundur dari Kursi Pelatih Fenerbahce Usai Imbang Lawan AS Roma

Pelatih Fenerbahce Ismail Kartal secara mengejutkan mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya setelah timnya bermain imbang 1-1 melawan AS Roma.
Pertandingan pembuka Liga Champions yang berlangsung di Stadion Sukru Saracoglu pada Kamis (10/9/2026) tersebut seharusnya menjadi momen bersejarah bagi klub Turki itu. Laga ini merupakan ajang kembalinya Fenerbahce ke kompetisi elite Eropa setelah absen selama 18 tahun.
Fenerbahce sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Bryan Cristante. Namun, tuan rumah mampu menyamakan kedudukan lewat aksi Archie Brown.
Usai peluit panjang dibunyikan, Kartal menyampaikan keputusan perpisahan yang membuat banyak pihak terkejut. Dia menyatakan pengunduran diri tersebut dilakukan demi kebaikan masa depan klub dan para pemainnya.
Keputusan tersebut bahkan membuat para pemain Fenerbahce kebingungan. Archie Brown, pencetak gol penyama kedudukan dalam laga tersebut, sempat bertanya balik saat mendengar kabar pengunduran diri sang pelatih di zona campuran.
Presiden Fenerbahce Aziz Yildirim dengan tegas menolak pengunduran diri tersebut. Dia meminta dukungan publik dan pendukung untuk tetap menjaga Ismail Kartal sebagai nakhoda tim.
Yildirim menyebutkan bahwa tekanan emosional menjadi alasan utama di balik sikap Kartal. Sang pelatih dikabarkan menjadi korban pelemparan botol oleh oknum suporter di tribun penonton hingga mengalami cedera pada bagian tangannya.
Di sisi lain, AS Roma kini tengah memantau kondisi fisik pemain mereka usai laga tersebut. Gelandang Manu Kone mengalami masalah pada lutut, sementara Paulo Dybala harus ditarik keluar akibat kram.
Hasil pemeriksaan medis awal memastikan tidak ada lesi serius pada lutut Kone. Pemain asal Prancis tersebut kini dipantau secara ketat setiap hari oleh tim medis AS Roma.
Meskipun demikian, peluang Kone tampil dalam laga Serie A melawan Torino pada Senin mendatang tetap kecil. Keputusan ini diambil demi menjaga kebugarannya agar bisa kembali merumput saat menghadapi Inter Milan pada 19 September mendatang.
Bagi Fenerbahce, situasi ini menjadi ujian berat di awal kampanye Liga Champions. Kejelasan mengenai posisi manajer akan menjadi prioritas utama manajemen dalam waktu dekat.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













