Karya Sampul Buku Salvador Dalí Seberat 150 Kilogram Dicuri di Prancis

Sebuah pencurian bernilai seni tinggi terjadi di sebuah museum pribadi yang terletak di wilayah Prancis bagian tengah.
Tiga orang pelaku berhasil membobol sistem keamanan museum dan membawa kabur objek seni berupa sampul buku yang dirancang oleh maestro surealis Salvador Dalí. Benda tersebut memiliki bobot mencapai 150 kilogram, atau setara dengan 330 pon.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan kurator seni Eropa mengenai keamanan koleksi benda bernilai tinggi di institusi swasta. Keberadaan museum pribadi sering kali menjadi target karena pengawasan yang dianggap tidak seketat museum milik negara.
Salvador Dalí merupakan seniman asal Spanyol yang namanya mendunia melalui karya-karya lukisan surealisme yang aneh dan fantastis. Salah satu karya paling ikoniknya adalah lukisan jam yang meleleh, yang telah menjadi simbol gerakan seni surealis abad ke-20.
Sampul buku yang dicuri tersebut menjadi koleksi berharga karena keunikan desain dan material yang digunakan oleh sang seniman. Nilai karya seni semacam itu di pasar gelap internasional dapat mencapai angka fantastis, yakni jutaan Euro atau setara puluhan miliar rupiah.
Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian. Mereka tengah memeriksa rekaman kamera pengawas dan mencari sidik jari di area museum untuk mengidentifikasi ketiga pelaku tersebut.
Para pelaku diperkirakan membutuhkan peralatan khusus untuk mengangkut objek seberat 150 kilogram tersebut keluar dari museum. Langkah ini mengindikasikan bahwa para pencuri kemungkinan besar telah merencanakan aksi mereka dengan matang dan memahami denah lokasi tersebut.
Pakar keamanan seni menilai bahwa pencurian karya seni berskala besar seperti ini sering kali dipesan oleh kolektor pribadi nakal. Kolektor jenis ini bersedia membayar mahal untuk mendapatkan karya seni curian yang tidak bisa dipamerkan di ruang publik.
Kejadian ini menambah panjang daftar kasus pencurian benda seni yang melibatkan tokoh ternama dunia. Sebelumnya, berbagai karya seni dari abad ke-19 dan ke-20 sering menjadi incaran sindikat pencurian internasional di Eropa.
Pihak museum belum memberikan keterangan resmi mengenai total kerugian materiil akibat hilangnya sampul buku bersejarah tersebut. Investigasi terus berlanjut seiring dengan upaya pelacakan jejak para pelaku di perbatasan negara bagian tersebut.
Publik kini menantikan perkembangan kasus ini dengan harapan karya tersebut dapat ditemukan kembali dalam kondisi baik. Upaya pemulihan benda seni curian menjadi prioritas bagi otoritas budaya Prancis guna menjaga warisan seni dunia agar tidak hilang ditelan pasar gelap.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








