Kekecewaan Erik ten Hag Soal Penjualan Scott McTominay oleh Manchester United

Keputusan Manchester United melepas Scott McTominay ke Napoli meninggalkan luka mendalam bagi mantan pelatih mereka, Erik ten Hag.
Sang juru taktik asal Belanda merasa manajemen klub telah melanggar kesepakatan krusial yang mereka buat bersama saat merayakan gelar juara Piala FA 2024 di Ibiza. Padahal, Ten Hag meyakini gelandang asal Skotlandia tersebut merupakan sosok vital bagi keseimbangan tim di lapangan maupun ruang ganti.
Dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis The Athletic, Laurie Whitwell, Ten Hag membuka suara mengenai retaknya komunikasi antara dirinya dan petinggi klub. Ia menyebut manajemen menjanjikan dukungan penuh serta loyalitas dalam menghadapi berbagai tantangan operasional, namun janji tersebut tidak terealisasi sesuai harapan.
Kesepakatan mengenai masa depan McTominay sejatinya sudah menjadi poin pembahasan dalam rangkaian diskusi perpanjangan kontrak sang pelatih. Ten Hag secara spesifik menegaskan bahwa McTominay tidak boleh dijual karena kontribusi gol serta kepemimpinan yang ia tunjukkan selama ini.
Keputusan manajemen untuk tetap melepas sang pemain ke Liga Italia membuat Ten Hag merasa tidak dihargai dan kecewa. Baginya, langkah tersebut bertolak belakang dengan diskusi yang berlangsung di Ibiza yang seharusnya menjadi fondasi hubungan kerja sama yang harmonis.
Selain masalah transfer, Ten Hag turut mengulas ketegangan masa lalu saat menangani Cristiano Ronaldo di Old Trafford. Ia menyoroti perbedaan visi mengenai standar kebugaran dan intensitas latihan yang menjadi sumber gesekan antara staf pelatih dan penyerang peraih lima gelar Ballon d'Or tersebut.
Ten Hag menilai Ronaldo gagal memenuhi tuntutan fisik yang diperlukan untuk sistem permainan yang ia bangun. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena pemain tersebut tidak mampu menjaga level kebugaran yang diharapkan, baik saat menguasai bola maupun saat transisi bertahan.
Situasi internal klub semakin pelik karena pengaruh Ronaldo terhadap pemain lain dalam sesi latihan. Menurut Ten Hag, sang bintang sempat memengaruhi rekan setimnya untuk menurunkan intensitas latihan demi menghemat tenaga, sebuah tindakan yang merusak dinamika kerja tim.
Kini, Erik ten Hag telah menempati posisi baru sebagai Direktur Teknik di FC Twente. Pengalamannya selama menangani klub berjuluk Setan Merah tersebut kini menjadi catatan sejarah mengenai sulitnya menyatukan visi antara manajer dan jajaran manajemen di level tertinggi sepak bola Inggris.
Perdebatan mengenai manajemen transfer dan disiplin pemain ini mencerminkan tantangan besar yang sering kali dihadapi manajer di Manchester United. Dinamika kekuasaan di dalam klub terkadang menciptakan friksi yang tidak dapat dihindari, terutama ketika ekspektasi performa di lapangan tidak sejalan dengan keputusan administratif yang diambil petinggi klub.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









