Kombinasi Rashford dan Luke Shaw Kembali Hidupkan Sisi Kiri Manchester United

Sisi kiri permainan Manchester United mendadak kembali hidup dan memancarkan ancaman yang sangat familier bagi lini pertahanan lawan.
Kombinasi antara Marcus Rashford dan Luke Shaw, yang sempat diperkirakan berada di penghujung jalan, kini justru menjadi poros serangan utama Setan Merah pada awal musim ini.
Keduanya kembali dipercaya tampil sebagai pemain inti dalam dua laga beruntun. Hasilnya langsung terasa saat Manchester United bermain imbang melawan Everton. Sisi kanan pertahanan lawan dibuat kerepotan sepanjang laga oleh pergerakan konstan dan kerja sama ciamik dari pasangan ini.
Bagi pelatih Manchester United, Michael Carrick, kombinasi antarpemain menjadi fondasi penting yang sedang ia bangun secara bertahap di seluruh lini skuadnya.
Carrick menilai koneksi instan yang diperlihatkan Rashford dan Shaw bukanlah sebuah kebetulan. Jam terbang panjang yang mereka lalui bersama di lapangan menjadi kunci utamanya.
Mereka sudah bermain bersama cukup lama dan memiliki pemahaman satu sama lain, ujar pelatih MU itu.
Skema penyerangan tidak hanya bertumpu pada satu sektor semata, melainkan dirancang untuk bergerak selaras dari berbagai penjuru area permainan.
Menurut Carrick, tim sedang berusaha membangun kemitraan dan kombinasi di seluruh lini. Meskipun lini tengah dan sektor kanan juga menunjukkan performa efektif dalam membongkar pertahanan lawan, efektivitas dari sayap kiri tetap mencuri perhatian khusus.
Kami harus terus membangun pemahaman dan kombinasi itu, tambahnya.
Bryan Mbeumo memang berhasil mencatatkan namanya di papan skor melalui penetrasi dari sisi kanan. Namun, Carrick secara khusus memberikan apresiasi atas daya ledak yang terus dihadirkan Rashford dan Shaw sepanjang pertandingan.
Saya pikir kami memainkan sepak bola yang sangat bagus melalui area tengah pada beberapa momen. Bryan mencetak gol dari sisi kanan, sedangkan Marcus dan Luke sangat berbahaya di sisi kiri, ujar Carrick.
Kebersamaan Rashford dan Shaw di Old Trafford bukanlah kisah baru. Catatan statistik mencatat keduanya telah bertandem dalam 202 pertandingan bersama Setan Merah.
Kendati demikian, kemunculan kembali mereka sebagai andalan di sisi kiri sempat terasa mustahil jika melihat dinamika dalam dua musim terakhir. Rumor kepindahan sempat menyelimuti masa depan keduanya.
Rashford sendiri sempat diprediksi kuat bakal mengemas koper pada bursa transfer musim panas ini. Namun, takdir berkata lain setelah Barcelona memutuskan untuk tidak mengambil opsi perekrutan senilai 26 juta paun (sekitar Rp527 miliar), yang membuat sang penyerang tetap bertahan di Manchester.
Keputusan untuk bertahan membuahkan hasil positif. Penampilan konsisten Rashford di awal musim ini menuai pujian langsung dari sang manajer.
Carrick melihat respons yang sangat profesional dan impresif dari penyerangnya tersebut sejak kembali berlatih bersama tim.
Dia tampil sangat baik. Seperti yang saya katakan sepanjang pekan ini, dia benar-benar tampil sangat baik sejak kembali, ujar Carrick.
Meski beberapa peluang emas belum berhasil dikonversi menjadi gol tambahan, kontribusi dan pergerakan tanpa bola Rashford dinilai tetap menjadi modal vital bagi kestabilan penyerangan tim.
Dia kembali terlihat sangat tajam dan berbahaya hari ini. Momen terakhir memang tidak sepenuhnya berpihak kepadanya, tetapi saya tetap merasa dia menciptakan peluang-peluang yang sangat bagus dan memberikan ancaman besar sepanjang pertandingan, imbuh pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Performa ini memberikan harapan baru bagi penggemar MU yang menginginkan konsistensi di lini depan. Jika terus terjaga, duo Rashford dan Shaw bisa menjadi kunci keberhasilan Setan Merah mengarungi kompetisi domestik yang semakin ketat musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








