Lionel Messi Bicara Warisan Karier dan Cara La Pulga Ingin Dikenang Usai Pensiun

Sang megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi, secara resmi telah mengakhiri perjalanannya di level internasional bersama Tim Nasional Argentina. Pertandingan terakhirnya berlangsung saat tim berjulukan Albiceleste tersebut membungkam Benin dengan skor 3-0 di Buenos Aires, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kemenangan telak di hadapan publik sendiri tersebut menandai penutup manis bagi karier panjang pemain yang akrab disapa La Pulga itu.
Meski telah mengoleksi hampir seluruh gelar prestisius, Messi menegaskan bahwa ia tidak ingin publik hanya mengingatnya lewat tumpukan trofi. Ia berharap generasi mendatang melihatnya sebagai sosok atlet yang memiliki determinasi tinggi dalam mengejar ambisi. Baginya, proses perjuangan menghadapi tantangan jauh lebih bermakna daripada hasil akhir yang terpampang di papan skor atau lemari penghargaan.
Pernyataan emosional ini disampaikan Messi di Oviedo, Spanyol, menjelang seremoni Princess of Asturias 2026. Sebagai informasi, Princess of Asturias merupakan penghargaan tahunan bergengsi di Spanyol yang diberikan kepada individu atau lembaga atas kontribusi luar biasa di bidang seni, olahraga, hingga kemanusiaan.
Messi terpilih sebagai penerima penghargaan tersebut untuk kategori olahraga. Pencapaian ini menobatkan dirinya sebagai pesepak bola pertama yang menerima apresiasi tersebut secara individu. Panitia menilai Messi tidak hanya unggul di atas lapangan hijau, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas melalui jalur kemanusiaan.
Melalui Leo Messi Foundation, ia telah menyalurkan bantuan untuk akses pendidikan serta layanan kesehatan bagi anak-anak di berbagai belahan dunia.
Kontribusi sosial tersebut menjadi bukti bahwa pengaruh pemain berusia 39 tahun itu melampaui batas garis lapangan sepak bola. Ia ingin menunjukkan bahwa kesuksesan seorang atlet harus dibarengi dengan kepekaan sosial terhadap mereka yang kurang beruntung.
Perjalanan karier Messi memang sangat fenomenal sejak memulai debut profesionalnya di Barcelona dua dekade silam. Ia tercatat telah memenangkan delapan gelar Ballon d'Or, sebuah rekor yang sulit dipatahkan dalam waktu dekat. Selain itu, koleksi empat trofi Liga Champions Eropa menjadi bukti dominasinya saat masih merumput di Benua Biru sebelum akhirnya hijrah ke Inter Miami di Amerika Serikat.
Namun, semua statistik mentereng tersebut dianggapnya sebagai pelengkap dari perjuangan keras yang tidak selalu berakhir dengan senyuman. Messi mengakui bahwa dalam dunia olahraga yang kompetitif, kegagalan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap langkah menuju puncak.
"Kadang-kadang saya berhasil mencapai apa yang saya inginkan, terkadang tidak," ujar Messi dengan nada rendah hati.
Kalimat tersebut mencerminkan sikap mentalnya yang selalu berusaha bangkit meski harus menelan pil pahit kekalahan. Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah berhenti mencoba untuk memenangkan segala kompetisi yang ada di depannya. Sikap pantang menyerah inilah yang ingin ia wariskan kepada para pesepak bola muda yang sedang merintis karier di tengah tekanan besar.
Pesan ini sangat relevan mengingat perjalanan karier Messi juga pernah diwarnai kritik tajam, terutama saat ia sempat kesulitan mempersembahkan gelar bagi negaranya. Namun, ia membuktikan bahwa konsistensi dan kerja keras akhirnya berbuah trofi Copa America hingga kemenangan bersejarah pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kini, setelah memutuskan pensiun dari panggung internasional, Messi merasa sudah saatnya melepaskan atribut kebintangan yang selama ini melekat padanya. Ia ingin dikenang hanya sebagai seorang pria yang selalu berjuang demi impiannya, bukan sekadar simbol kesuksesan materialistis. Baginya, keberhasilan sejati terletak pada seberapa gigih seseorang bertahan dalam menghadapi kesulitan.
Dedikasi Messi selama dua dekade terakhir telah mengubah wajah sepak bola modern secara permanen.
Dunia kini bersiap melepas salah satu seniman lapangan hijau terbaik yang pernah ada. Penggemar di seluruh penjuru bumi tentu akan selalu merindukan sentuhan ajaib kaki kirinya yang sering kali menciptakan momen tidak terduga.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












