Pertahanan Rapuh Manchester United Ancam Petualangan Liga Champions Musim Ini

Kembalinya Manchester United ke panggung Liga Champions musim ini diwarnai sorotan tajam terhadap lini pertahanan mereka. Legenda klub, Gordon Strachan, secara lugas memperingatkan bahwa kerapuhan di sektor belakang 'Setan Merah' bisa menjadi malapetaka, menggagalkan ambisi mereka di kompetisi paling elite Eropa tersebut.
Kekhawatiran Strachan bukan tanpa dasar, mengingat catatan awal musim Manchester United di Liga Primer Inggris (EPL) yang kurang meyakinkan. Gawang tim asuhan Michael Carrick telah kebobolan enam gol hanya dalam tiga pertandingan liga, sebuah statistik yang jauh dari ideal bagi tim yang berambisi berbicara banyak di Eropa.
“Masalah utama mereka ada di pertahanan,” tegas Strachan dalam wawancaranya dengan Sportsmole.
Ia melanjutkan, “Saya rasa mereka tidak akan bisa melaju jauh di kompetisi ini. Ketika Anda menghadapi tim-tim terbaik di Liga Champions, pertahanan yang solid adalah sebuah keharusan, bukan pilihan.” Strachan menekankan bahwa lini belakang yang ringkih seperti saat ini akan menjadi ganjalan besar bagi Manchester United.
Klub raksasa Inggris itu akan memulai petualangan Liga Champions mereka setelah terakhir kali tampil di edisi 2023/2024. Pertandingan perdana yang krusial akan segera tersaji di Old Trafford, di mana mereka akan menjamu Sabah FK pada Jumat (11/9) dini hari waktu Indonesia.
Laga kandang ini menjadi ujian pertama bagi Carrick untuk membuktikan bahwa timnya mampu memperbaiki kelemahan yang ada. Tekanan untuk meraih kemenangan sekaligus menjaga gawang dari kebobolan akan sangat tinggi.
Meskipun menyoroti kelemahan, Strachan tetap melihat potensi besar dalam skuad Manchester United. Ia optimistis ‘Setan Merah’ memiliki kualitas untuk melewati fase grup tanpa kendala berarti.
“Saya yakin mereka akan lolos ke babak gugur. Saya tidak melihat adanya masalah besar bagi mereka untuk mencapai fase berikutnya,” ujar Strachan. Namun, ia menambahkan, tantangan sesungguhnya akan muncul di babak 16 besar dan seterusnya, di mana lawan yang dihadapi akan jauh lebih berat dan kualitas pertahanan akan diuji secara maksimal.
Di babak-babak knockout, setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Klub-klub elite Eropa memiliki penyerang kelas dunia yang siap memanfaatkan celah sekecil apa pun di lini belakang, mengubah dinamika pertandingan dalam sekejap.
Menanggapi kritik dan performa defensif tim, manajer Michael Carrick tidak mengelak. Dalam konferensi pers terbaru, ia mengakui bahwa lini pertahanan Manchester United memang belum tampil optimal sejauh ini.
Carrick berjanji akan segera mencari solusi dan mencoba memperbaiki kerapuhan tersebut. Ia berharap timnya dapat menunjukkan peningkatan signifikan, dimulai dari pertandingan melawan Sabah FK.
Perbaikan di lini belakang bukan sekadar tugas teknis, melainkan juga kunci mentalitas tim untuk bersaing di level tertinggi. Sejarah mencatat, tim-tim juara Liga Champions selalu ditopang oleh fondasi pertahanan yang kuat, yang mampu menahan gempuran lawan di momen-momen paling menentukan. Ini adalah pekerjaan rumah mendesak bagi Carrick jika ingin mewujudkan mimpi Manchester United di Eropa musim ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor











