UEFA Susun Strategi Mencari Penantang Gianni Infantino di Kursi Presiden FIFA

Petinggi sepak bola Eropa kini tengah merapatkan barisan untuk menyusun strategi dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang. Langkah ini diambil sebagai upaya mencari kandidat yang mampu menantang petahana, Gianni Infantino.
Waktu bagi UEFA menjadi sangat terbatas. Mereka harus menentukan sosok penantang sebelum batas akhir pendaftaran calon resmi ditutup pada 18 November mendatang.
Sebagai langkah konkret, UEFA mengundang 55 federasi anggotanya dalam sebuah pertemuan di Berlin, Jerman, pada Kamis. Agenda ini sudah dijadwalkan jauh hari, namun kini menjadi momentum krusial bagi Eropa untuk menggalang suara demi melakukan perubahan kepemimpinan di badan sepak bola dunia tersebut.
Ketegangan antara UEFA dan Infantino dipicu oleh rencana investasi swasta untuk Piala Dunia yang diumumkan pada Juli lalu. Rencana tersebut menuai kritik keras dan penolakan luas hingga akhirnya dibatalkan hanya dalam hitungan hari setelah peluncurannya.
Ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan pria berdarah Swiss-Italia ini pun kian mendalam. UEFA kini mempertimbangkan untuk mengajukan pengaduan pidana di Swiss terkait dugaan kesalahan pengelolaan keuangan dalam rencana penjualan sebagian hak komersial kompetisi Piala Dunia.
Pihak UEFA juga telah meminta akses ke pengadilan Amerika Serikat guna menelusuri bukti-bukti terkait perkara keuangan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tata kelola organisasi sepak bola dunia lebih transparan.
Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, bulan lalu menegaskan bahwa FIFA sudah melangkah terlalu jauh. Ia berharap organisasi tersebut bisa kembali ke jalur yang benar sesuai harapan komunitas sepak bola internasional.
Meski memiliki 55 suara dari federasi Eropa, tantangan nyata tetap membayangi ambisi ini. Berdasarkan riset Associated Press, Infantino setidaknya sudah mengantongi komitmen sekitar 90 suara dari total 211 anggota FIFA yang memiliki hak pilih pada pemilihan 18 Maret di Rabat, Maroko.
Tidak semua negara di Eropa memberikan dukungan penuh kepada rencana UEFA. Azerbaijan dan Latvia dikabarkan masih berada di pihak Infantino, yang menunjukkan bahwa soliditas Eropa belum sepenuhnya utuh dalam menghadapi pemilihan ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261026/original/095995400_1750653717-AP25172080086730.jpg)






