Ultrahuman Kembangkan Model Usia Biologis Bersama Otoritas Kesehatan Abu Dhabi

Startup teknologi kesehatan berbasis di Bengaluru, Ultrahuman, resmi menjalin kemitraan strategis dengan otoritas kesehatan Abu Dhabi untuk menghadirkan model usia biologis bagi masyarakat Uni Emirat Arab.
Perusahaan yang dikenal melalui produk cincin pintar ini menandatangani nota kesepahaman selama dua tahun dengan Abu Dhabi Public Health Center atau ADPHC. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memvalidasi model yang mengombinasikan biomarker klinis dengan data dari perangkat wearable milik pengguna.
Model ini nantinya berfungsi untuk memprediksi seberapa cepat proses penuaan seseorang. Sistem akan mengidentifikasi faktor utama seperti pola tidur, tingkat aktivitas fisik, kesehatan kardiovaskular, hingga proses metabolisme tubuh. Pengetahuan mengenai faktor-faktor tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memperlambat laju penuaan dini.
Mohit Kumar, CEO Ultrahuman, menyatakan bahwa perusahaannya kini lebih berfokus menjadi entitas pengolah data kesehatan daripada sekadar produsen perangkat keras. Cincin pintar hanyalah instrumen pengumpul data yang menjadi fondasi bagi pengembangan algoritma kesehatan jangka panjang.
Bekerja sama dengan pemerintah memberikan akses skala populasi yang jauh lebih luas dibandingkan basis pelanggan privat perusahaan. Hingga saat ini, Ultrahuman telah mendistribusikan sekitar 800.000 cincin pintar ke seluruh dunia.
Sistem ini dirancang agar tidak terbatas pada satu jenis perangkat tertentu atau wearable-agnostic. Data dari berbagai gawai seperti jam tangan pintar, strap, hingga sensor tempel dapat diintegrasikan ke dalam platform digital kesehatan milik pemerintah seperti TAMM dan Sahatna.
Tahap penelitian dan validasi klinis akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Kumar menyebutkan bahwa peluncuran akan dilakukan secara bertahap, meskipun pihak perusahaan belum memberikan jadwal rilis yang lebih rinci kepada publik.
Uni Emirat Arab merupakan salah satu pasar terbesar bagi Ultrahuman dengan kontribusi pendapatan mencapai lima persen dari total penghasilan global. Tingkat retensi pengguna di wilayah ini juga tercatat lebih tinggi sekitar 25 persen dibandingkan pasar lainnya.
Model usia biologis ini dikembangkan dengan membandingkan usia kronologis pengguna terhadap sinyal data fisik. Algoritma akan mendeteksi penyimpangan dari pola kesehatan normal guna memberikan rekomendasi tindakan pencegahan yang lebih tepat sasaran bagi individu.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa algoritma ini tidak dilatih menggunakan data sensitif dari penduduk Uni Emirat Arab. Ultrahuman memastikan tidak akan memiliki akses terhadap informasi identitas pribadi pengguna dalam program kolaborasi tersebut.
Langkah ini menempatkan Ultrahuman dalam persaingan ketat dengan produsen perangkat kesehatan lainnya, termasuk Oura yang juga telah bermitra dengan otoritas kesehatan Abu Dhabi. Kedua perusahaan kini berlomba untuk memperluas bisnis di sektor kesehatan preventif melalui pemanfaatan data besar dan kecerdasan buatan.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor









