Apple Pay Resmi Meluncur di India, Gandeng Axis Bank sebagai Mitra Utama

Apple akhirnya meluncurkan layanan pembayaran digital Apple Pay di pasar India pada Selasa, Oktober 2025.
Langkah strategis ini dilakukan melalui kerja sama eksklusif dengan Axis Bank sebagai mitra perbankan pertama. Kehadiran Apple Pay menandai upaya perusahaan untuk memperkuat ekosistem keuangannya di negara dengan populasi pengguna ponsel pintar yang masif ini.
Namun, aksesibilitas layanan ini masih sangat terbatas pada fase awal peluncuran. Saat ini, hanya pemegang kartu Axis Bank yang tergabung dalam jaringan Visa dan Mastercard yang dapat menggunakannya. Jaringan kartu lokal India yang dikenal sebagai RuPay belum terakomodasi dalam sistem Apple Pay.
Penerimaan layanan ini pun bergantung pada kesiapan infrastruktur di pihak pedagang. Pengguna hanya dapat melakukan pembayaran melalui terminal atau merchant yang telah mengintegrasikan sistem tersebut.
Sistem ini memiliki perbedaan fundamental dibandingkan metode pembayaran populer di India, yakni Unified Payments Interface atau UPI. UPI adalah mekanisme pembayaran real-time yang dikembangkan oleh National Payments Corporation of India untuk memfasilitasi transfer antarbank secara instan menggunakan kode QR.
Apple Pay bekerja dengan basis kartu dan menuntut integrasi sistem dari setiap bank penerbit. Apple menetapkan biaya komersial sebesar 20 basis poin atau sekitar 0,2 persen untuk setiap transaksi yang berhasil dilakukan.
Kebijakan pengenaan biaya tersebut memicu perdebatan sengit dengan beberapa bank besar lainnya di India. Beberapa institusi keuangan papan atas seperti HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card masih menahan diri untuk bergabung dalam ekosistem Apple Pay.
Kehadiran layanan finansial ini sebenarnya sejalan dengan dominasi perangkat Apple yang terus tumbuh di pasar India. Berdasarkan data riset dari Counterpoint Research, Apple mencatat pangsa pasar hingga 28 persen berdasarkan nilai penjualan pada tahun 2025.
Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada posisi 23 persen. Tren pertumbuhan ini menunjukkan loyalitas konsumen terhadap perangkat premium Apple di India sedang berada pada titik tertingginya.
Di sisi lain, India kini bertransformasi menjadi pusat manufaktur global bagi Apple. Laporan dari Business Standard mengonfirmasi bahwa India telah berkontribusi menyumbang seperempat dari total produksi iPhone di seluruh dunia saat ini.
Proyeksi ke depan menunjukkan peran India dalam rantai pasok Apple akan semakin vital. Porsi produksi perangkat di negara tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 30 hingga 35 persen dalam lima tahun mendatang.
Kombinasi antara basis pengguna yang besar dan kapasitas produksi yang kuat menjadi fondasi bagi Apple untuk melakukan ekspansi layanan. Meski tantangan integrasi perbankan masih tersisa, langkah Apple di India menunjukkan ambisi jangka panjang perusahaan di pasar Asia Selatan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








