Data 8 Juta Warga Denmark Dicuri dalam Pembobolan Basis Data Pemerintah

Pemerintah Denmark mengonfirmasi terjadinya peretasan besar pada basis data kependudukan nasional mereka. Insiden keamanan siber ini mengakibatkan data milik sekitar 8 juta warga dan penduduk Denmark berhasil dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Peretasan ini menyasar Central Person Register (CPR), yakni sistem basis data utama yang menyimpan informasi krusial warga negara. Angka 8 juta tersebut mencakup individu yang masih hidup, mereka yang sudah meninggal dunia, serta warga Denmark yang kini berdomisili di luar negeri.
Menteri Denmark, Christina Egelund, menyatakan bahwa peretasan ini merupakan insiden serius. Data yang berhasil diakses oleh pelaku mencakup nama lengkap, alamat tempat tinggal, hingga nomor jaminan sosial atau CPR-nummer milik warga.
Perlu diketahui, CPR-nummer merupakan nomor identitas unik yang diterbitkan pemerintah Denmark untuk berbagai keperluan administratif. Nomor ini berfungsi layaknya Nomor Induk Kependudukan di Indonesia, yang diperlukan untuk membayar pajak, mendapatkan layanan kesehatan, hingga membuka rekening bank.
Basis data CPR sebenarnya menyimpan rekam jejak sekitar 11 juta orang, meskipun populasi Denmark saat ini hanya berkisar 6 juta jiwa. Data tersebut terakumulasi selama beberapa dekade dan menjadi pusat identitas digital seluruh penduduk.
Pemerintah Denmark mengungkapkan bahwa intrusi ini terjadi pada bulan September, namun baru terdeteksi oleh sistem pada 2 Oktober. Mereka belum bersedia mengungkapkan pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan siber berskala besar tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









