Krisis Petani Jepang: Robot Monster Wolf dan Pochi Jadi Penyelamat

Sektor pertanian di Jepang kini mulai mengandalkan teknologi robot untuk membantu para petani lanjut usia di wilayah utara negara tersebut. Langkah inovatif ini diambil guna mengatasi krisis tenaga kerja sekaligus melindungi perkebunan dari ancaman serangan beruang liar.
Para petani yang rata-rata telah berusia di atas 70 tahun kini dibantu oleh robot penjaga bernama Monster Wolf dan robot pengangkut bernama Pochi.
Monster Wolf dirancang menyerupai serigala dengan mata merah menyala dan suara raungan keras untuk mengusir beruang yang kerap merusak lahan. Kehadiran satwa liar ini menjadi ancaman nyata seiring menyusutnya populasi manusia di daerah pedesaan Jepang. Robot berkaki empat tersebut dipasang di sekitar area perkebunan ceri yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.
Sementara itu, robot Pochi berfungsi sebagai kendaraan pengangkut otomatis yang meringankan beban fisik para lansia. Alat berbentuk kereta kecil ini mampu membawa hasil panen ceri seberat puluhan kilogram melewati medan perkebunan yang berbukit tanpa perlu didorong secara manual.
"Tenaga kami sudah sangat terbatas untuk mengangkut hasil panen dari kebun," ujar seorang petani lokal berusia 75 tahun.
Berdasarkan data kementerian pertanian setempat, lebih dari separuh pekerja ladang di wilayah utara telah melewati usia pensiun. Kondisi fisik yang menurun membuat produktivitas kebun ceri terancam merosot tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran teknologi mekanis ini menjadi angin segar untuk mempertahankan pasokan buah berkualitas tinggi ke pasar domestik.
Negara Sakura memang sedang menghadapi krisis demografi yang ekstrem, khususnya di sektor agraris yang membutuhkan kekuatan fisik. Generasi muda lebih memilih bermigrasi ke kota besar seperti Tokyo untuk mencari pekerjaan sektor jasa.
Keadaan tersebut menyebabkan mayoritas lahan pertanian kini dikelola oleh warga senior yang rentan mengalami cedera.
Pemerinta daerah setempat berharap integrasi kecerdasan buatan ini dapat menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian. Jika uji coba ini berhasil, skema otomatisasi serupa akan segera diterapkan secara masif di prefektur lain. Langkah ini juga dinilai lebih efisien dibandingkan merekrut tenaga kerja asing dalam jangka pendek.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor


















