
Startup pembuat cip kecerdasan buatan, Etched, kini tengah menjadi sorotan tajam di dunia modal ventura global. Perusahaan tersebut dikabarkan menerima tawaran pendanaan baru yang melonjakkan valuasinya hingga mencapai lebih dari USD 40 miliar atau sekitar Rp628 triliun.
Angka fantastis ini muncul hanya berselang dua bulan setelah perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 700 juta dengan valuasi USD 21 miliar (sekitar Rp330 triliun). Kini, para investor kelas kakap dilaporkan sedang bersaing ketat untuk menanamkan modal dengan penawaran yang menyentuh kisaran USD 50 miliar.
Strategi Etched tergolong sangat agresif dalam industri teknologi yang penuh persaingan. Mereka tidak sekadar merancang cip, tetapi membangun sistem perangkat keras AI lengkap yang ditenagai oleh prosesor buatan mereka sendiri. Investasi besar ini nantinya diproyeksikan memberikan cadangan operasional bagi perusahaan hingga 3,5 tahun ke depan.
Minat investor yang masif bukan tanpa alasan, sebab Etched digadang-gadang mampu menjadi pesaing serius bagi dominasi Nvidia. Perusahaan rintisan berusia empat tahun ini telah mengamankan pesanan pelanggan senilai USD 1 miliar atau setara Rp15,7 triliun, termasuk dari firma perdagangan kuantitatif Jane Street.
Robert Wachen selaku salah satu pendiri dan COO Etched menjelaskan keunggulan utama produk mereka terletak pada efisiensi proses inferensi. Inferensi adalah tahapan krusial dalam komputasi AI saat model memberikan respons setelah menerima perintah dari pengguna.
Cip yang dikembangkan Etched diklaim mampu memproses data berupa token dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan produk Nvidia. Keunggulan teknis ini menjadi kunci utama bagi pelanggan seperti Jane Street, yang mengandalkan kecepatan mikro dalam setiap transaksi untuk meraih keuntungan besar di pasar keuangan.
Keberhasilan Etched menarik talenta berbakat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Data menunjukkan sekitar 15 persen dari 400 tenaga kerja mereka adalah mantan karyawan Nvidia, sebuah raksasa industri yang kini harus memantau pergerakan startup ini dengan waspada.
Dukungan infrastruktur perusahaan pun mulai mapan. Etched kini mengoperasikan pusat data berkapasitas 10 megawatt di Silicon Valley dan memiliki fasilitas khusus di Taiwan guna memastikan koordinasi produksi yang presisi dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC.
Perjalanan pendanaan Etched memang mencatatkan rekor kenaikan yang sangat cepat dalam waktu singkat. Pada Juli lalu, mereka mengumumkan perolehan dana USD 300 juta dengan valuasi USD 10,3 miliar yang dipimpin oleh Sequoia, sebelum akhirnya kembali melakukan putaran pendanaan besar di bulan September.
Pola pendanaan bertahap ini menjadi tren yang semakin lazim di kalangan perusahaan teknologi yang sedang naik daun. Meski pembicaraan investasi saat ini masih dalam tahap awal, minat pasar yang besar memperlihatkan optimisme investor terhadap masa depan infrastruktur AI yang lebih efisien.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor