15 Tahun Berlalu, Jejak Inovasi Steve Jobs Masih Menguasai Pasar Apple

Tepat 15 tahun yang lalu, dunia teknologi kehilangan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah modern, Steve Jobs.
Pendiri Apple ini mengembuskan napas terakhir pada 5 Oktober 2011 akibat komplikasi tumor neuroendokrin pankreas. Walaupun raganya telah tiada, filosofi desain dan visi besar yang ia tanamkan tetap menjadi tulang punggung raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.
Pengaruh Jobs terasa dalam setiap lini produk yang membentuk cara manusia berinteraksi dengan dunia digital saat ini. Mulai dari Macintosh yang merevolusi komputasi personal hingga iPhone yang mendefinisikan era ponsel pintar, semua inovasi tersebut lahir dari ketajaman visinya.
Saat ini, Apple terus bertransformasi jauh melampaui masa kepemimpinan Jobs. Di bawah kendali CEO John Ternus, perusahaan baru saja memperkenalkan iPhone Duo, perangkat ponsel lipat pertama mereka, yang melanjutkan tradisi inovasi perangkat keras yang menjadi ciri khas Apple selama dua dekade terakhir.
Keberhasilan Apple secara finansial juga mencatat angka yang mencengangkan dengan kapitalisasi pasar menembus 4 triliun dollar AS atau sekitar Rp87 kuadriliun. Angka ini menempatkan Apple sebagai perusahaan publik paling berharga kedua di dunia setelah Nvidia, sebuah pencapaian yang berakar pada fondasi kuat dari era Jobs.
Lahir di San Francisco pada 24 Februari 1955, Jobs merupakan putra dari pasangan Joanne Schieble dan Abdulfattah Jandali yang kemudian diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs. Masa kecilnya di Silicon Valley menjadi tempat persemaian bakat yang nantinya mengubah lanskap teknologi global selamanya.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor













