Uber Lakukan Restrukturisasi, 3.300 Karyawan Terdampak Pemutusan Hubungan Kerja

Raksasa penyedia layanan transportasi daring, Uber, resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 3.300 karyawannya di seluruh dunia. Angka tersebut setara dengan 10 persen dari total jumlah tenaga kerja perusahaan secara global.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Uber, Dara Khosrowshahi, melalui surat internal yang kemudian dipublikasikan secara daring pada hari Rabu. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis perusahaan untuk melakukan restrukturisasi organisasi secara menyeluruh.
Uber berencana merampingkan lapisan manajemen hingga 20 persen dalam proses efisiensi ini. Sebagian staf yang sebelumnya memegang posisi manajerial nantinya akan beralih peran menjadi kontributor individual atau staf teknis lapangan.













