Banjir Bandang Terjang Spanyol Timur, Empat Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Hujan deras yang mengguyur wilayah timur Spanyol sejak Sabtu lalu memicu banjir bandang yang menelan empat korban jiwa. Badai yang dikenal sebagai Badai Adam ini melumpuhkan aktivitas warga di sepanjang pesisir Mediterania.
Otoritas setempat mencatat curah hujan ekstrem mencapai 700 liter per meter persegi dalam waktu 24 jam di wilayah Valencia. Intensitas hujan yang sangat tinggi tersebut menyebabkan sungai meluap hingga merendam akses jalan utama.
Kondisi ini memaksa puluhan ribu warga untuk tetap berada di dalam rumah demi keselamatan. Aparat keamanan bahkan sempat mengeluarkan perintah perlindungan untuk 800.000 penduduk pada Senin pagi sebelum akhirnya dikurangi menjadi 87.000 warga di delapan munisipalitas pada sore harinya.
Tim penyelamat melakukan lebih dari 400 operasi evakuasi di Valencia untuk menolong warga yang terjebak. Beberapa korban terpaksa diselamatkan menggunakan helikopter dari atas atap rumah mereka karena akses darat tertutup total oleh genangan air.
Pilar Bernabe, perwakilan pemerintah Spanyol, menyatakan bahwa situasi sempat mencekam akibat derasnya arus air. Mobil dan kendaraan warga terlihat saling tumpuk akibat terbawa arus kuat di wilayah Els Poblets, dekat Alicante.
Javier Fornez, salah seorang warga lokal, menggambarkan kehancuran yang terjadi di desanya sebagai sebuah bencana besar. Ia menyebut banyak warga yang harus kehilangan harta benda mereka untuk kedua kalinya setelah kejadian serupa pada 2007 silam.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Oliva, Salvador Llopis, melaporkan bahwa petugas darurat fokus mengevakuasi lansia yang terjebak di rumah dengan ketinggian air mencapai pinggang. Operasi penyelamatan di lapangan terus berjalan di tengah kondisi cuaca yang perlahan membaik.
Badan cuaca nasional Spanyol, AEMET, sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan terkait anomali cuaca. September lalu tercatat sebagai bulan terpanas di daratan Spanyol setelah melewati musim panas dengan rekor suhu tertinggi dalam sejarah negara tersebut.
Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan iklim yang dihadapi Spanyol dalam dua tahun terakhir. Banyak pihak mengaitkan frekuensi bencana banjir bandang yang semakin sering dengan perubahan pola iklim yang ekstrem di kawasan Eropa Selatan.
Pemerintah daerah kini tengah berupaya memulihkan akses ke wilayah terisolasi dan melakukan pembersihan material banjir. Fokus utama tetap tertuju pada pencarian korban hilang serta rehabilitasi infrastruktur warga yang rusak parah.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3432304/original/040232300_1618731200-000_DV1711679__1_.jpg)


