Marco Rubio Melawat ke India, Fokus pada Kilang Minyak Rusia di Jamnagar

Kunjungan Marco Rubio ke India pada pekan ini membawa agenda khusus yang berfokus pada ketahanan energi global dan negosiasi perdagangan bilateral. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat tersebut memilih untuk tidak mengunjungi ibu kota New Delhi, melainkan langsung menyambangi pusat keuangan di Mumbai serta kompleks kilang minyak di Jamnagar.
Kilang minyak raksasa milik Reliance Industries di Jamnagar tersebut dikenal sebagai pemroses utama minyak mentah jenis Urals asal Rusia.
Fasilitas di Jamnagar memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,4 juta barel minyak mentah per hari, menjadikannya eksportir solar paling vital untuk pasar internasional. Langkah diplomasi bernilai strategis ini berlangsung di tengah mandeknya pembahasan kesepakatan dagang antara Washington dan New Delhi. Pembelian minyak mentah Rusia berharga diskon oleh India terus menjadi sumber perdebatan utama dalam perundingan kedua negara.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya meluncurkan rencana pembangunan kilang minyak baru di Texas yang didukung oleh investasi Reliance. Presiden AS Donald Trump menaksir nilai proyek raksasa tersebut mencapai USD 300 miliar atau sekitar Rp4.860 triliun guna menekan defisit perdagangan AS dengan India.
Ancaman tarif impor tinggi terus dilontarkan Washington sebagai bentuk tekanan atas kebijakan energi New Delhi.
Pada Februari 2026, Trump sempat mengklaim adanya kesepakatan dagang yang memangkas tarif barang-barang India dengan syarat penghentian impor minyak Rusia. Kendati demikian, Pemerintah India tidak pernah memberikan konfirmasi resmi terkait klaim pembatasan pembelian energi tersebut. Data maritim Kpler menunjukkan bahwa Rusia tetap bertahan sebagai pemasok minyak mentah terbesar bagi pasar domestik India.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor












