Militer Israel Bertindak Usai Pengepungan Pemukim di Tepi Barat

Militer Israel baru-baru ini bergerak untuk membubarkan sekelompok pemukim yang mengepung tiga rumah di Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini memicu respons tajam dari Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, terutama karena salah satu rumah dimiliki warga Palestina-Amerika.
Pasukan Israel dikerahkan ke desa Qusra di Tepi Barat untuk melindungi rumah-rumah tersebut yang telah dikepung oleh sejumlah pemukim selama beberapa hari. Pemukim dilaporkan melempari batu, berusaha meruntuhkan tembok, dan mencegah penghuni meninggalkan rumah mereka hingga pasokan menipis.
Salah satu properti itu adalah milik Loui Ridi, warga Palestina-Amerika yang tinggal di Ohio, dengan saudaranya Qusai Abu Rida berada di dalamnya bersama putranya. Mereka akhirnya dipindahkan oleh militer Israel, namun masih tidak bisa meninggalkan area sekitar 16 kilometer dari kota Nablus.
IDF menyatakan telah membongkar "dua pos terdepan ilegal" di dekat rumah-rumah tersebut dan menahan satu warga Israel. Namun, menurut Wali Kota Qusra, Abdel Azim Wadi, tujuh keluarga Palestina dievakuasi untuk memberi ruang bagi penempatan pasukan Israel.
Ia menambahkan bahwa pemukim masih bertahan di bagian lain desa, meskipun telah dipindahkan dari pos terdepan mereka. Qusra sendiri dikenal sebagai salah satu titik paling rawan kekerasan di Tepi Barat utara, dikelilingi oleh permukiman dan masjidnya rusak bulan lalu.
Duta Besar AS Mike Huckabee, yang biasanya mendukung gerakan pemukim Israel, menyebut tindakan itu "kriminal" dan "menjijikkan". "Tidak ada alasan untuk perilaku preman semacam itu," tegasnya, seraya membela tanggapan dari otoritas AS dan Israel.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB dan juru bicara kebijakan luar negeri Uni Eropa juga menyerukan Israel untuk mengambil tindakan konkret. Mereka menuntut penghentian kekerasan pemukim yang terus meningkat, terutama sejak serangan 7 Oktober.
Komunitas internasional secara luas mengutuk pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat sebagai penghalang perdamaian abadi. Lebih dari 500.000 warga Israel kini tinggal di wilayah yang didiami sekitar 3 juta warga Palestina ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor









