Satgas Korps Marinir TNI Sampai di Daerah Terisolasi Banjir Kalsel
Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir prajurit TNI dari Korps Marinir berhasil menembus daerah-daerah terisolasi dampak banjir yang sulit dijangkau di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mendistribusikan bantuan korban banjir Kalsel.

Beritana, Bangkalan – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir prajurit TNI dari Korps Marinir berhasil menembus daerah-daerah terisolasi dampak banjir yang sulit dijangkau di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mendistribusikan bantuan korban banjir Kalsel.

"Ada tiga wilayah di Kabupaten Banjar yang kami distribusikan bantuan berupa paket sembako, yaitu Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat, dan Desa Pekauman Ulu, Kecamatan Martapura Timur," ucap Ketua Tim Satgas Marinir Mayor Mar Muhsin, M. Tr. Opsla di Martapura, Hari Minggu.

Tim Dapur Lapangan Satgas Marinir langsung bersinergi dengan warga memasak untuk makan pagi hingga malam sebanyak 2.500 bungkus nasi kuning per harinya.

Sejak dua Minggu terakhir, Satgas Marinir menerjunkan sebanyak 79 personel dan terbagi menjadi beberapa tim Dalam penanggulangan banjir yang terjadi di 11 kabupaten dan kota di Bumi Lambung Mangkuratitu.

Personel dilengkapi material perahu karet 18 unit, mopel 18 unit, hingga set perlengkapan set dapur dan lapangan.

Satgas Marinir diterjunkan atas instruksi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr. (Han) menindaklanjuti perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

Selain Marinir, Tim SAR TNI Angkatan Laut juga diperkuat prajurit Lanal Banjarmasin, Satuan Komando Pasukan Katak Koarmada II, dan Dislambair (Penyelam TNI AL) Koarmada II membantu proses evakuasi korban banjir dan distribusi bantuan ke daerah terisolir.

TNI AL juga menggelar pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah kepada masyarakat di lokasi terdampak banjir. Tim kesehatan TNI AL menyusuri Kecamatan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, dan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, menggunakan sekoci karet mendatangi posko pengungsian dan rumah warga yang bertahan tidak mengungsi untuk memberikan layanan kesehatan bagi yang mengeluh sakit.

Hingga hari Kamis (21/1) Minggu lalu, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah menyebut jumlah korban meninggal akibat banjir di Kalimantan Selatan mencapai 20 orang.

Banjir Kalsel juga tercatat memberi dampak terhadap 483.324 jiwa dan 139.537 kartu keluarga di 74 kecamatan pada 11 kabupaten/kota. Dimana 60.957 orang di antaranya harus mengungsi.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations