Calon vaksin Corona dari China siap diuji klinis pase 3 di Indonesia. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya.
Ilustrasi vaksin corona(Shutterstock)

1. Laju infeksi masih tinggi di Indonesia

Tidak seluruh negeri diseleksi buat uji klinis fase 3, antara lain terdapat Brasil, India, Bangladesh serta Indonesia. 4 Negeri ini terdapat kemiripannya.

Persamaan seluruh negeri itu merupakan laju infeksinya yang masih besar. Seperti itu alibi Indonesia diseleksi oleh Sinovac buat uji calon vaksin Corona.

" Laju peradangan di Indonesia masih besar, 1. 600 per hari. Itu merupakan sasaran yang pas buat posisi uji vaksin," ucapnya.

Uji vaksin fase 3 ini bagi Wien malah tidak efisien jika dicoba di Cina. Itu sebabnya Sinovac memikirkan Indonesia.

" Sebab laju peradangan di Cina sendiri telah menyusut," kata ia. 

2. Mengukur efektivitas vaksin

Bagi Wien, uji klinis fase 3 buat buat mengenali daya guna vaksin, setelah itu buat mengenali khasiat vaksin itu sendiri. Dalam uji klinis itu hendak dibanding antara orang yang diberi vaksin serta yang tidak.

" Jadi kita mau tahun hasil yang terpapar yang orang yang divaksin serta tidak. Jadi kita ketahui terdapat fakta jika betul- betul mereka terhindari dari virusnya ataupun tidak," kata Wien, Kamis( 23/ 7/ 2020).

Uji klinis fase 1 serta 2 cuma dicobakan dengan jumlah ilustrasi terbatas, awal pada hewan kemudian pada manusia. Oleh sebab itu, uji klinis fase 3 dengan jumlah ilustrasi yang lebih massal hendak dapat mengukur daya guna vaksin tersebut. 

3. Kemampuan produksi sendiri di Indonesia

Tidak seluruh negeri dapat membuat vaksin sendiri. Jika juga dapat membuat vaksin, metodenya belum pasti sama di tiap negeri.

Terlebih, vaksin Corona dibesarkan dengan tata cara beragam. Terdapat vaksin yang dilemahkan, ataupun dibesarkan dari protein pada virusnya.

Indonesia diseleksi Cina sebab Sinovac serta Bio Farma mempunyai sarana penciptaan dengan tata cara yang sama ialah virus yang dilemahkan. Harapannya, nanti Indonesia dapat memproduksi sendiri vaksin Corona.

" Jika Bio Farma kan memiliki sarana produksinya. Jadi nanti modelnya transfer teknologi, sertifikasi serta dapat dibuat di Bio Farma," kata Wien. 

4. Faktor pemanfaatan vaksin

Aspek pemanfaatan vaksin jadi pertimbangan pula. Bagi Wien, terus menjadi banyak uji coba hendak terus menjadi bagus hasilnya. Nantinya jumlah akhir hendak bersumber pada perjanjian, berapa vaksin yang hendak dicoba.

" Nanti kan hasil uji klinis fase 3 ini hendak digabung pula dengan hasil dari negara- negara lain," ucapnya.

Sisi lain dari pemanfaatan itu pula merupakan kemampuan negeri itu bagaikan sasaran penjualan vaksin jika nanti telah jadi. Perihal tersebut pula jadi pertimbangan. 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations