Buat Kamu yang Pernah Pikir Dia Jodohmu, Tapi Dia Malah Jadi Masa Lalu

Rasanya kayak dihantam kenyataan paling pahit, ya?
Ketika orang yang kamu yakini adalah segalanya, ternyata cuma singgah sebentar, terus pergi gitu aja.
Tenang, perasaanmu itu valid banget, kok. Bukan cuma kamu yang ngerasa duniamu runtuh saat dia yang kamu kira jodoh, malah pergi dan bahagia sama yang lain dalam waktu yang super singkat. Itu berat, dan boleh banget kok merasa hancur, bahkan sampai nggak tahu harus mulai dari mana.
Semua Janjinya Cuma Angin Lalu?
Kamu sudah kasih semua yang kamu punya, ya kan? Waktu, perhatian, hati, semua mimpi-mimpi masa depan yang kalian bangun bersama, sedikit demi sedikit, penuh keyakinan. Kamu bahkan sudah membayangkan rumah kecil dengan pagar putih, atau sekadar kopi pagi berdua sampai tua.
Kamu percaya penuh, setiap kata manisnya itu janji yang bakal ditepati, digenggam erat. Sampai tiba-tiba, semua janji itu menguap, hancur jadi debu di depan mata kamu yang masih berharap dan belum paham kenapa semua ini terjadi.
Rasanya kayak disiram air dingin, lalu dipaksa senyum. Dia pergi.
Dan yang lebih bikin sesak, dia pergi, menemukan yang baru, lalu dengan cepatnya melangkah ke jenjang pernikahan. Seolah-olah hubungan kalian yang sudah bertahun-tahun itu cuma, ya... cuma pengantar aja buat dia, buat kamu kenangan yang pahit. Kamu ditinggalkan, diganti, dan itu terasa seperti kamu bukan siapa-siapa di hidupnya.
Ini Bukan Soal Kamu Kurang
Pasti kamu langsung nyalahin diri sendiri, kan? "Apa aku nggak cukup baik?" "Apa salahku sampai dia pergi dan memilih yang lain, bahkan menikahinya?"
Ini yang seringkali kita lupakan. Bukan karena kamu kurang, atau tidak cukup. Kamu sudah melakukan bagianmu, kok, sudah memberikan yang terbaik dari hatimu.
Tapi kadang, memang ada orang yang takdirnya cuma jadi pelajaran, bukan pelabuhan terakhir. Mereka datang, mengajarkanmu sesuatu, lalu pergi. Dan itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan nilai dirimu.
Mungkin dia memang belum siap menghargai apa yang ada di depannya. Atau, lebih tepatnya, dia memang bukan yang ditakdirkan untuk menghargai kamu seutuhnya, apa adanya.
Dia itu ibarat jembatan. Jembatan yang harus kamu lewati, mau nggak mau, untuk sampai ke tempat yang seharusnya, ke orang yang memang disiapkan buat kamu.
Jodoh Itu Nggak Akan Jadi Masa Lalu
Sakit, iya. Melihat dia bahagia dengan orang lain itu wajar banget bikin hati perih dan kadang bertanya-tanya "kenapa bukan aku?". Tapi justru di situ, kamu dapat kejelasan yang mahal: kalau dia memang jodohmu, dia nggak akan pernah pergi, apalagi jadi kenangan pahit yang bikin kamu terus bertanya-tanya dan melukaimu. Yang benar-benar jodohmu itu pasti datang, pada waktu yang paling pas, saat kamu sudah siap sepenuhnya, dan dia akan tinggal. Dia akan menjadikanmu masa depannya, bukan cuma sekelumit masa lalu yang ingin dia lupakan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













