Jude Bellingham Cetak Rekor 33 Tahun saat Inggris Hancurkan Kroasia 7-0

Jude Bellingham menorehkan catatan impresif bagi tim nasional Inggris dengan terlibat dalam empat gol saat menghadapi Kroasia di ajang Nations League.
Gelandang milik Real Madrid tersebut menjadi sosok sentral dalam kemenangan telak 7-0 yang diraih The Three Lions di Stadion Rujevica, Rijeka, Sabtu malam waktu setempat. Ia mencetak satu gol sekaligus menyumbang tiga assist untuk rekan-rekannya di lapangan.
Statistik dari Opta menyebutkan bahwa Bellingham kini menyamai rekor yang telah bertahan selama 33 tahun. Ia menjadi gelandang Inggris pertama yang mencatatkan empat kontribusi gol dalam satu pertandingan sejak David Platt melakukannya saat melawan San Marino pada Februari 1993.
Penampilan gemilang ini memberikan sinyal positif bagi pelatih Thomas Tuchel dalam meracik strategi jangka panjang. Tuchel kini memiliki opsi lebih fleksibel, terutama saat harus memikirkan suksesi Harry Kane yang sudah memasuki usia 33 tahun.
Bellingham dinilai mampu mengisi posisi penyerang tengah berkat teknik dan kekuatan fisik yang mumpuni di sekitar kotak penalti lawan. Fleksibilitas ini pernah ia tunjukkan saat memperkuat Real Madrid pada musim kompetisi 2023/2024 dengan bermain sebagai ujung tombak.
Meski memiliki potensi di lini depan, peran Bellingham sebagai pemain nomor 10 tetap memberikan dimensi serangan yang berbahaya. Keputusan Tuchel dalam memposisikan pemain ini akan menjadi elemen pembeda dalam taktik Inggris di masa depan.
Kemenangan telak atas Kroasia memang patut dirayakan, namun tetap harus disikapi secara realistis. Kroasia yang dihadapi dalam pertandingan ini sedang dalam masa transisi karena banyak pemain senior mereka yang mulai mencapai ujung karier internasional.
Hasil pertandingan ini tetap menjadi indikator positif bagi kesiapan Inggris menghadapi tantangan di Euro 2028. Keberadaan pemain berbakat seperti Bukayo Saka dan Anthony Gordon yang terus memberikan kontribusi nyata juga menjadi aset berharga.
Inggris memang memiliki ketergantungan pada duet Bellingham dan Kane dalam beberapa laga terakhir. Namun, kedalaman skuad yang lebih menyerang di bawah asuhan Tuchel diyakini bisa membuka jalan menuju trofi juara di turnamen mendatang.
Pekerjaan rumah bagi staf pelatih adalah memastikan pola permainan tidak terlalu bergantung pada individu tertentu. Harmonisasi antar pemain menjadi kunci untuk mengubah potensi besar ini menjadi gelar nyata.
Secara keseluruhan, kemenangan ini mengangkat moral seluruh pemain dan pendukung tim nasional Inggris. Harapan besar kini bertumpu pada bagaimana konsistensi tersebut dijaga dalam laga-laga selanjutnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334613/original/006699400_1756722926-000_72YW3RF.jpg)











