Jika Dia Memilih Orang Lain Padahal Kamu yang Selalu Ada, Mungkin Kamu Hanya Perlu Berhenti Menunggu

Rasanya campur aduk ya, antara marah sama diri sendiri tapi juga bingung kenapa dia bisa setega itu.
Kamu merasa sudah memberikan segalanya, dari waktu sampai perhatian, tapi dia malah memilih orang lain untuk dijadikan pendamping. Wajar kok kalau kamu merasa kecewa, karena menjadi manusia yang punya perasaan itu bukan sebuah kesalahan.
Jangan Terlalu Cepat Menaruh Harapan
Dia datang tiap hari, menanyakan kabarmu, bahkan mengajakmu pergi ke tempat-tempat yang kalian suka. Kamu mulai membangun skenario indah di kepala tentang masa depan bersamanya.
Padahal, kenyataan pahitnya adalah tidak semua perhatian itu berarti dia punya perasaan lebih. Bisa jadi dia memang orang yang ramah atau sekadar sedang butuh teman untuk mengisi waktu luangnya yang kosong.
Kadang kita terlalu sibuk menafsirkan kebaikan dia sebagai sinyal cinta, padahal dia sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Kita terjebak dalam ekspektasi sendiri, sementara dia hanya menikmati kenyamanan yang kita berikan tanpa pernah berencana untuk tinggal.
Kamu Bukan Sekadar Tempat Singgah
Melihat dia akhirnya menggandeng tangan orang lain, rasanya pasti seperti ada yang menusuk tepat di dada. Kamu bertanya-tanya apa yang kurang dari dirimu sampai dia memilih pergi.
Padahal masalahnya bukan pada dirimu yang tidak cukup baik. Masalahnya adalah dia memang tidak pernah berniat untuk menjadikanmu teman hidup, melainkan hanya teman pelampiasan saat dia merasa kesepian.
Saatnya Berhenti Menjadi Pilihan Kedua
Mulai sekarang, cobalah untuk melihat segala kebaikannya sebagai hal yang wajar saja, bukan tanda sayang yang spesial. Kamu berhak mendapatkan seseorang yang tidak perlu kamu tebak-tebak perasaannya.
Jangan mau lagi menukar waktumu yang berharga hanya untuk menemani orang yang bahkan tidak tahu cara menghargai keberadaanmu. Kamu sudah cukup berjuang, dan sekarang waktunya untuk menyimpan tenaga itu untuk dirimu sendiri.
Kamu Berhak Untuk Bahagia
Tarik napas panjang, lalu lepaskan dia pelan-pelan tanpa harus membenci dirimu sendiri. Kamu terlalu hebat untuk sekadar menjadi pengisi waktu kosong seseorang yang tidak tahu nilaimu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor














