Jika Kamu Merasa Pacaran Itu Jalan Pintas Menuju Jodoh, Mungkin Kamu Perlu Tarik Napas Dulu

Ada yang salah dengan cara kita melihat hubungan akhir-akhir ini. Rasanya seperti ada perlombaan lari, di mana yang punya pacar dianggap sudah lebih dekat ke garis finis sementara yang jomblo masih diam di tempat.
Kamu mungkin merasa aman karena sudah punya seseorang di sampingmu sekarang. Tapi pernah terpikir tidak, kalau status pacaran itu sama sekali bukan jaminan bahwa dia adalah orang yang akan menemanimu sampai tua nanti.
Kamu Tidak Sendirian Merasakan Ini
Banyak dari kita yang terjebak dalam ekspektasi bahwa waktu yang sudah dihabiskan bersama akan otomatis berubah jadi ikatan pernikahan. Kita lupa bahwa perasaan bisa berubah secepat cuaca, dan orang yang kita anggap rumah bisa tiba-tiba jadi orang asing.
Rasanya memang sesak saat sadar kita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk orang yang ternyata hanya mampir. Kamu tidak perlu merasa buruk karena hal itu terjadi, karena banyak orang di luar sana sedang merasakan kebingungan yang sama.
Jangan Terlalu Kencang Menggenggam Harapan
Pacaran itu kan cuma label untuk saling mengenal lebih dalam, bukan surat kontrak mati. Kalau kamu terlalu sibuk pamer kemesraan dan merasa sudah paling berjodoh, nanti jatuhnya bakal lebih sakit saat semesta punya rencana lain.
Berhenti menganggap status jomblo sebagai sebuah kutukan atau ketertinggalan. Jodoh itu bukan barang yang bisa kamu pesan lewat aplikasi daring, jadi tidak perlu merasa kalah hanya karena kamu belum punya gandengan di akhir pekan.
Jodoh Tidak Mengenal Status Sosial
Kenyataannya, banyak orang yang tiba-tiba menikah dengan orang yang baru dikenal bulan lalu, sementara mereka yang pacaran bertahun-tahun malah kandas di tengah jalan. Lucu memang, tapi itulah hidup yang kadang tidak butuh alasan logis untuk terjadi.
Bisa jadi kamu selama ini hanya sedang sibuk menjaga jodoh orang lain dengan penuh pengorbanan. Tidak ada yang salah dengan mencintai, tapi jangan sampai kamu kehilangan diri sendiri demi mempertahankan seseorang yang belum tentu mau memperjuangkanmu di depan orang tua.
Fokuslah Pada Siap Bukan Sekadar Mau
Kalau kamu laki-laki yang sedang membaca ini, ingatlah bahwa mencintai itu soal keberanian untuk menghalalkan, bukan sekadar mengajak pacaran. Kalau kamu belum siap mengambil tanggung jawab itu, jangan beri harapan yang nantinya cuma jadi beban untuk dia.
Untukmu yang masih menunggu, jangan biarkan rasa sepi membuatmu merasa tidak layak. Kamu sedang bertumbuh, dan nanti di saat yang tepat, orang yang benar-benar siap akan datang tanpa perlu banyak drama dan keraguan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












