Kadang kita terlalu takut dibilang pemilih, lalu berakhir menerima siapa saja yang datang pertama kali. Padahal, berjuang untuk seseorang yang benar-benar kamu inginkan itu adalah bentuk penghargaan terhadap dirimu sendiri. Kalau kamu tidak memperjuangkan seleramu, lalu siapa lagi?
Tapi Bagaimana Kalau Nanti Gagal?
Rasa kecewa itu pasti ada.
Kamu sudah berdoa, sudah memantaskan diri, bahkan sudah menurunkan ego demi bisa bersamanya, tapi jalannya tetap tertutup. Di titik ini, kamu harus ingat bahwa melibatkan Tuhan bukan berarti memaksa kehendakmu harus terwujud. Ini tentang memberi ruang di hatimu untuk menerima bahwa skenario terbaik mungkin berbeda dengan maumu.
Perjuangkan Saja Dulu, Masalah Nanti Belakangan
Jadi, mulailah melangkah lagi tanpa rasa takut dicap terlalu pemilih atau tidak bersyukur. Pilih orang yang membuatmu merasa utuh, perjuangkan dia sebisamu, dan biarkan semesta yang merapikan bagian sisanya.