Jika Kita Memang Tidak Bisa Bersama Sampai Akhir, Tolong Kenang Aku Sebagai Orang yang Pernah Memperjuangkanmu

Rasanya aneh ya, kemarin kita masih tertawa merencanakan masa depan, tapi hari ini kita cuma duduk diam sambil menatap cangkir kopi yang mendingin. Kita tahu hubungan ini sedang berjalan menuju ujungnya, dan tidak ada yang tahu cara menghentikannya.
Wajar kok kalau kamu merasa sesak dan bingung setengah mati sekarang. Banyak orang di luar sana yang juga sedang berpura-pura kuat, padahal di dalam kepala mereka sedang sibuk meraba-raba kapan semua ini akan benar-benar selesai. Kamu tidak sendirian dalam ketakutan ini, karena melepaskan seseorang yang masih kita sayang memang selalu jadi hal paling absurd yang harus kita lalui.
Kita Pernah Saling Membahagiakan
Perpisahan ini bukan kemauan kita.
Kita berdua sudah mencoba segalanya, mulai dari menurunkan ego sampai menahan tangis di telepon larat malam demi membuat semuanya bekerja. Tapi kadang, semesta punya cara yang lucu untuk menunjukkan bahwa cinta saja tidak pernah cukup untuk menambal retakan yang ada. Kita hanya dua manusia yang lelah, yang sadar bahwa terus bertahan justru akan membuat kita saling menghancurkan lebih dalam lagi.
Aku tidak ingin kita berujung saling membenci hanya karena kita gagal melintasi garis finis bersama. Lagipula, bukankah kita dulu pernah menjadi alasan di balik senyum paling tulus satu sama lain?
Ini Bukan Soal Siapa Salah
Tidak ada yang perlu disalahkan.
Aku sudah mengerahkan seluruh waras dan tenagaku untuk mempertahankanmu, dan aku tahu kamu pun melakukan hal yang sama di posisimu. Ketika takdir berkata lain, itu bukan karena usahamu kurang atau perjuanganku sia-sia. Kita hanya perlu menerima bahwa ada beberapa cerita yang memang diciptakan indah di tengah jalan, bukan di akhir cerita.
Jadi, tolong jangan simpan dendam atau rasa bersalah di dadamu setelah hari ini berlalu. Lepaskan saja pelan-pelan, bersama semua kenangan manis yang pernah kita rakit bersama tanpa perlu mengotorinya dengan amarah.
Kenang Saja Usaha Kita
Kalau nanti namaku lewat lagi di pikiranmu, aku hanya ingin kamu mengingatku sebagai orang yang pernah berjuang mati-matian untuk melihatmu bahagia. Kita mungkin gagal menjadi pasangan yang berjalan beriringan sampai tua nanti. Tapi setidaknya, kita pernah menjadi bagian terbaik dari hidup satu sama lain, dan itu sudah lebih dari cukup.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor










