Jika Waktu Bisa Diputar, Aku Lebih Memilih Untuk Tidak Mengenalmu

Rasanya aneh sekali ya, duduk di sini sendirian sambil menatap sisa kopi yang sudah dingin, memikirkan seseorang yang bahkan mungkin sudah lupa cara mengeja namaku dengan benar.
Kamu pasti pernah ada di posisi ini. Posisi di mana kamu berharap bisa menekan tombol rewind pada hidupmu, lalu berjalan melewati orang itu tanpa pernah menoleh atau menyapa. Kamu tidak sendirian kok, ini wajar sekali. Semua orang yang pernah jatuh cinta terlalu dalam pasti pernah punya keinginan egois untuk menghapus seseorang dari memori mereka.
Kenapa Harus Kenal Kalau Akhirnya Begini
Mengenalmu dulu rasanya seperti menemukan buku bagus di rak perpustakaan yang berdebu. Semuanya terasa ajaib, penuh kemungkinan, dan bikin aku senyum-senyum sendiri tanpa alasan.
Tapi sekarang, setelah semuanya berakhir dan menyisakan lubang besar di dada, aku jadi sadar bahwa pertemuan itu adalah awal dari kekacauan ini. Kalau saja hari itu aku tidak datang ke tempat itu, kalau saja aku tidak membalas pesan pertamamu, mungkin sekarang aku tidak akan sesusah ini buat bernapas lega.
Melupakan Itu Tidak Semudah Menjatuhkan Hati
Lucu ya, betapa mudahnya kita membiarkan seseorang masuk ke dalam hidup, tapi butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk mengusir mereka pergi. Kamu mungkin sudah mencoba menghapus fotonya, memblokir akunnya, atau bahkan membuang semua barang pemberiannya.
Tapi rasa itu bukan benda fisik yang bisa kamu lempar ke tempat sampah. Kamu harus berjuang setiap hari, melawan ingatan yang tiba-tiba muncul saat kamu mencium aroma kopi atau mendengar lagu lama, hanya supaya kamu tidak perlu merasa sakit lagi karena merindukan orang yang salah.
Melepas Itu Bukan Berarti Kamu Kalah
Mungkin memang benar, setiap pertemuan pasti ada perpisahan yang menunggu di ujung jalan. Namun, bukan berarti pertemuan itu sia-sia atau menjadi kesalahan terbesar dalam hidupmu.
Mungkin yang perlu kamu ubah bukan masa lalu, tapi cara kamu melihat luka ini. Kamu tidak perlu membenci pertemuan itu supaya bisa melupakan, kamu hanya perlu berdamai dengan kenyataan bahwa ada bagian dari cerita hidupmu yang memang sudah harus selesai.
Jalan Terus Saja Dulu
Sudahlah, berhenti menyalahkan dirimu karena sempat jatuh cinta atau berharap waktu bisa diputar kembali. Kamu manusia, dan rasa sakit ini adalah bukti kalau kamu memang pernah berani memberikan hatimu pada orang lain.
Tarik napas panjang, minum kopimu, dan biarkan hari ini berlalu pelan-pelan. Kamu tidak butuh mesin waktu untuk jadi lebih baik, kamu cuma butuh waktu untuk dirimu sendiri agar bisa sembuh dengan caramu yang paling jujur.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













