Kadang Kita Baru Sadar Dia Sangat Berharga Setelah Dia Pergi dan Tidak Akan Pernah Kembali

Kamu pasti pernah merasakan momen itu. Saat dia masih ada, semuanya terasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan.
Kamu sibuk dengan duniamu sendiri, menganggap kehadirannya sebagai sebuah kepastian yang akan selalu ada di sana setiap kali kamu membutuhkannya. Padahal, dia adalah manusia yang punya batas kesabaran.
Hingga suatu pagi, kamu bangun dan sadar kalau dia benar-benar sudah pergi. Bukan lagi sekadar drama pertengkaran biasa, tapi dia memang sudah menutup pintu rapat-rapat untukmu.
Kamu Nggak Sendirian, Ini Memang Menyakitkan
Banyak dari kita memang baru belajar menghargai setelah semuanya jadi kenangan. Kita sering menganggap orang yang tulus itu sebagai pelengkap saja, padahal mereka adalah pondasi yang menjaga hari-hari kita tetap tenang.
Rasanya memang sesak. Kamu mulai mengingat semua kebaikannya, semua perhatian kecil yang dulu kamu abaikan, dan semua waktu yang terbuang karena kamu lebih memilih ego daripada memberikan sedikit ruang untuknya.
Kehilangan Itu Pahit Tapi Membuka Mata
Kehilangan punya cara yang sangat kasar untuk mengajarkan kita tentang arti kehadiran. Kamu yang dulu merasa dia tidak berarti apa-apa, sekarang mendadak merasa dunia kehilangan warna setelah dia tidak ada.
Sakitnya bukan karena dia pergi saja, tapi karena kamu sadar bahwa kamu sendiri yang mendorongnya untuk pergi. Kamu menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali.
Mungkin memang ini cara semesta untuk membuatmu dewasa. Kamu dipaksa melihat betapa egoisnya kamu selama ini, agar lain kali kamu tidak lagi menganggap orang yang mencintaimu sebagai pajangan yang bisa kamu taruh di sudut ruangan.
Jangan Biarkan Sesal Jadi Teman Setia
Banyak yang bilang penyesalan selalu datang di akhir, dan itu memang benar adanya. Sayangnya, banyak orang terjebak di sana, meratapi masa lalu yang tidak mungkin bisa diputar ulang oleh siapa pun.
Jika kamu merasa bersalah, jadikan itu sebagai pelajaran terakhir. Kamu tidak perlu menyiksa dirimu dengan terus menerus menghukum diri sendiri karena kesalahan di masa lalu.
Cukup jadikan rasa sesal ini sebagai pengingat. Gunakan rasa sakit itu untuk menjadi orang yang lebih baik bagi dirimu sendiri, dan bagi siapa pun yang mungkin akan datang di masa depan.
Seseorang Akan Datang dan Kamu Akan Lebih Siap
Mungkin dia tidak akan kembali, dan itu harus kamu terima meski rasanya sulit. Jangan habiskan waktumu untuk menunggu sesuatu yang sudah hilang, karena waktu yang terbuang itu hanya akan membuatmu semakin kehilangan diri sendiri.
Berjalanlah ke depan dengan membawa pelajaran berharga tentang menghargai. Kamu tidak perlu takut untuk memulai lagi suatu saat nanti, karena sekarang kamu sudah tahu rasanya kehilangan orang yang tulus.
Sekarang, berdirilah tegak lagi. Kamu sudah tahu betapa berharganya perhatian seseorang, dan itulah bekal paling berharga yang kamu punya untuk membangun hubungan yang lebih sehat ke depannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











