Tren Kenaikan Suhu Udara di Inggris pada Akhir September, Bukan Gelombang Panas

Kondisi suhu udara di Inggris diproyeksikan mengalami kenaikan di atas rata-rata harian pada akhir September 2024 seiring dengan pergeseran pola cuaca. Fenomena cuaca di Inggris ini diperkirakan tidak memicu gelombang panas ekstrem melainkan hanya membawa udara yang lebih hangat.
Laporan dari lembaga meteorologi Netweather menunjukkan bahwa suhu udara di wilayah selatan dan timur Inggris berpotensi menyentuh angka 20 hingga 25 derajat Celsius pada awal pekan depan.
Peningkatan suhu ini terjadi akibat pergerakan arus jet kuat yang bergeser ke arah utara benua Eropa. Pergeseran tersebut memberikan ruang bagi terbentuknya sistem tekanan udara tinggi di atas wilayah Britania Raya. Dampaknya, aliran udara hangat dari wilayah selatan dapat bergerak masuk dan mendominasi cuaca setempat dalam beberapa hari.
Sebelum periode hangat ini tiba, sebagian besar wilayah Wales dan Inggris harus menghadapi cuaca dingin ekstrem yang disertai angin kencang hingga akhir pekan. Arus jet barat yang bertiup kencang memicu terbentuknya sistem tekanan rendah di utara Skotlandia, yang kemudian menyeret front dingin ke selatan.
Wilayah utara dan barat diprediksi akan mengalami ketidakstabilan cuaca dengan curah hujan tinggi sejak Jumat sore.
Kondisi berbeda diperkirakan terjadi di area selatan yang cenderung lebih cerah meski sempat dibayangi potensi hujan lokal pada hari Sabtu. Cuaca di wilayah tersebut baru akan mulai menunjukkan kestabilan yang merata pada hari Minggu. Memasuki pertengahan pekan, dominasi sistem tekanan tinggi akan membatasi curah hujan di wilayah utara dan barat daya.
Meskipun kondisi hangat dan lembap diperkirakan bertahan hingga akhir bulan September, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Pola cuaca basah yang bergerak aktif dari Samudra Atlantik berpotensi membawa kembali kondisi atmosfer yang tidak stabil sewaktu-waktu.
Definisi gelombang panas di Inggris sendiri secara resmi merujuk pada kondisi ketika suatu wilayah mengalami suhu di atas ambang batas tertentu selama tiga hari berturut-turut.
Ambang batas suhu tersebut bervariasi antara 25 hingga 28 derajat Celsius tergantung pada letak geografis county atau wilayahnya. Dalam kasus proyeksi akhir September ini, kenaikan suhu dinilai belum memenuhi kriteria durasi dan intensitas gelombang panas tersebut. Fluktuasi ini murni disebabkan oleh pergerakan musiman massa udara hangat.
Perubahan cuaca dari dingin basah menuju hangat ini diperkirakan memengaruhi aktivitas masyarakat luar ruangan setelah beberapa hari diguyur hujan. Transisi cuaca yang cepat ini juga menjadi penanda masuknya periode peralihan musim yang dinamis di kawasan Eropa Barat.
Badan Meteorologi Inggris mencatat bahwa fluktuasi cuaca ekstrem pada bulan September sering kali dipengaruhi oleh dinamika suhu permukaan laut global.
Suhu permukaan laut yang lebih hangat di Atlantik Utara berkontribusi pada penguapan air yang lebih tinggi. Uap air ini kemudian terbawa oleh angin barat menuju daratan Eropa barat dan menyebabkan kelembapan yang tinggi di beberapa wilayah. Hal ini menjelaskan mengapa udara terasa lebih sumuk meskipun temperatur tidak mencapai tingkat ekstrem.
Masyarakat Inggris diharapkan memanfaatkan cuaca hangat yang singkat ini sebelum datangnya musim gugur yang lebih dingin dan basah. Pihak berwenang setempat tetap merekomendasikan pemantauan berkala terhadap pembaruan prakiraan cuaca harian guna mengantisipasi perubahan mendadak.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








