Kadang Melihat Anak Kecil Bermain Bikin Kita Sadar, Betapa Melelahkannya Menjadi Dewasa yang Sedang Patah Hati

Rasanya capek banget ya, berpura-pura semuanya baik-baik saja saat hatimu sedang hancur lebur.
Kamu tidak sendirian kalau tiba-tiba merasa ingin memutar waktu dan menjadi anak kecil lagi yang bebas dari segala urusan asmara. Di titik ini, rasanya wajar sekali jika kita merindukan masa-masa ketika masalah terbesar kita hanyalah lupa mengerjakan pekerjaan rumah matematika. Menjadi dewasa ternyata sebercanda itu, kita dipaksa kuat menghadapi kehilangan yang tidak pernah kita minta.
Luka di Lutut Lebih Mudah Sembuh
Dulu, kalau kita jatuh dari sepeda dan lutut kita berdarah, kita hanya perlu menangis sebentar sampai dibelikan es krim oleh ibu. Sekarang, luka itu tidak terlihat tapi rasanya menjalar sampai ke dada, membuat kita tidak nafsu makan berhari-hari.
Lucu ya, dulu kita terburu-buru ingin tumbuh dewasa karena mengira hidup ini akan sangat menyenangkan dan penuh kebebasan. Nyatanya, kebebasan yang kita dapatkan malah membawa kita pada pertemuan dengan orang yang tega mematahkan hati kita sedalam ini. Kita harus belajar merelakan hal-hal yang bahkan belum sempat sepenuhnya kita miliki.
Kita dipaksa mengerti rasa sakit tanpa ada obatnya.
Dunia Mereka Begitu Sederhana
Anak kecil tidak pernah pusing memikirkan kenapa pesannya tidak dibalas atau kenapa orang yang disayang tiba-tiba berubah dingin. Bagi mereka, dunia ini sesederhana bermain, tertawa, lalu tidur nyenyak tanpa ada beban pikiran yang menggantung di kepala.
Tapi mungkin, rindu menjadi anak kecil itu sebenarnya adalah cara tubuh kita berteriak bahwa kita sedang butuh istirahat sejenak dari badai ini. Kamu tidak perlu selalu kuat menghadapi kenyataan pahit bahwa dia sudah memilih pergi meninggalkan semua kenangan kalian. Kadang, menangis sekencang-kencangnya seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya adalah hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini.
Napas Dulu, Kamu Sudah Hebat
Kamu tidak bisa kembali menjadi anak kecil lagi, tapi kamu selalu punya pilihan untuk memperlakukan hatimu dengan lebih lembut hari ini. Pelan-pelan saja, karena menyembuhkan luka dewasa memang butuh waktu, dan itu tidak apa-apa.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













