Langsung ke konten
beritana

Bosan Instagram? Intip 11 Aplikasi Media Sosial Baru Gen Z

Foto Beritana UpdateBeritana Update6 menit bacaNews
Beyond Instagram: Introducing the next generation of social apps
Image Credits:TechCrunch (screenshot modified by AI)

Selama bertahun-tahun, pengalaman kita dalam berselancar di dunia maya didominasi oleh segelintir raksasa teknologi atau yang sering disebut sebagai Big Tech. Nama-nama besar seperti Meta yang membawahi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, serta pemain lain seperti Google melalui YouTube, Snapchat, TikTok, hingga X, telah lama mengontrol cara kita berinteraksi. Namun, belakangan ini muncul sebuah tren menarik di mana aplikasi media sosial baru mulai bermunculan untuk menantang dominasi tersebut. Start-up teknologi ini mencoba membangun pengalaman yang lebih personal, lebih kecil, dan lebih intim untuk menghubungkan orang dengan minat atau komunitas yang benar-benar mereka pedulikan.

Fenomena perpindahan ke aplikasi alternatif ini banyak didorong oleh rasa jenuh terhadap algoritma platform besar yang kian terasa kaku dan dipenuhi iklan. Jika Anda sedang mencari cara untuk melepaskan diri dari cengkeraman media sosial tradisional, saat ini tersedia sejumlah pilihan yang sangat menarik. Sebagian besar aplikasi ini menyasar kelompok Gen Z dan generasi yang lebih muda, sebuah kelompok yang biasanya lebih terbuka untuk membangun jaringan sosial di ruang-ruang baru dibandingkan generasi sebelumnya yang sudah telanjur nyaman dengan platform yang mulai menua.

Salah satu aplikasi yang sedang menjadi buah bibir adalah Retro. Sesuai namanya, aplikasi berbagi foto ini mengusung estetika yang bersih dan fokus pada membangun koneksi yang lebih privat. Menariknya, Retro didirikan oleh dua mantan punggawa Instagram, Nathan Sharp dan Ryan Olson. Alih-alih mengejar viralitas, Retro menawarkan cara sederhana untuk berbagi momen dengan orang-orang yang benar-benar penting dalam hidup Anda. Anda bisa menonjolkan foto pilihan setiap minggu atau mengumpulkan momen dalam album digital. Kontrol privasinya pun sangat mumpuni, di mana Anda bisa mengatur siapa saja teman yang boleh melihat arsip foto lama Anda melebihi satu bulan terakhir.

Bagi Anda yang berjiwa kreatif dan mulai merasa jengah dengan banyaknya konten buatan kecerdasan buatan atau AI di platform seperti Pinterest, aplikasi bernama Cosmos mungkin bisa menjadi pelarian yang tepat. Cosmos menyebut dirinya sebagai ruang inspirasi yang memungkinkan pengguna mencari ide berdasarkan warna, kata kunci, hingga gambar untuk membentuk profil sesuai selera pribadi. Di sini, Anda bisa mengikuti kurator atau pemberi selera lain dan berkolaborasi dalam sebuah koleksi digital. Secara keseluruhan, Cosmos terasa lebih berkelas dan bahkan bisa digunakan untuk berbelanja produk unik yang sesuai dengan gaya personal Anda.

Persaingan di dunia mikroblogging pasca perubahan kebijakan di X juga melahirkan inovasi baru. Jika Anda bingung memilih antara Mastodon atau Bluesky, aplikasi bernama Indigo hadir untuk menyelesaikan dilema tersebut. Indigo menyediakan satu platform tunggal di mana Anda bisa berpartisipasi di kedua jaringan tersebut sekaligus. Aplikasi ini menawarkan lini masa yang terintegrasi dan fitur unggahan yang memungkinkan Anda mengirim pesan ke kedua layanan secara bersamaan. Dikembangkan oleh Ben McCarthy dan desainer iOS Aaron Vegh, Indigo menawarkan polesan antarmuka yang sangat halus dengan berbagai opsi personalisasi yang melimpah.

Ada juga aplikasi unik bernama Corner yang secara harfiah bisa digambarkan sebagai Google Maps versi sosial. Dengan komunitas yang kini mencapai lebih dari 125.000 pengguna, Corner menjadi tempat bagi banyak orang untuk mengurasi daftar tempat favorit mereka, baik di dalam negeri maupun saat sedang berada di luar negeri. Sangat kental dengan nuansa Gen Z, Corner bukan sekadar tempat mencari restoran enak terdekat, melainkan wadah untuk menemukan daftar unik seperti kedai kopi paling autentik, toko buku independen, hingga lokasi pertunjukan jazz tersembunyi. Aplikasi ini seolah memberikan peta pribadi di mana Anda bisa melihat rekomendasi orang lain dan menyusun daftar tempat impian dengan desain yang sangat modern.

Kerinduan banyak orang terhadap aplikasi video pendek Vine yang melegenda akhirnya terjawab melalui kehadiran Divine. Pengembang Evan Henshaw-Plath, yang merupakan salah satu karyawan awal Twitter, berhasil memboyong arsip video asli Vine ke dalam aplikasi baru ini. Divine bertujuan menjadi rumah bagi para kreator video pendek dengan durasi khas enam detik. Saat ini, aplikasi tersebut sudah menampung sekitar 500.000 video dari hampir 100.000 kreator asli Vine, termasuk nama-nama besar seperti Lele Pons yang kini kembali aktif. Menariknya, proyek ini juga mendapat dukungan dana dari yayasan milik mantan CEO Twitter, Jack Dorsey, yang berfokus pada pengembangan proyek sosial berbasis sumber terbuka.

Di sisi lain, ada Mesh yang mungkin tidak murni merupakan media sosial untuk mengobrol, namun sangat membantu untuk menjaga jaringan profesional dan personal. Mesh berfungsi seperti buku alamat yang sangat cerdas karena mampu melacak aktivitas orang-orang di jaringan Anda, mulai dari perubahan profil di LinkedIn, unggahan di X, hingga karya tulisan terbaru mereka. Setelah diakuisisi oleh Automattic (perusahaan induk WordPress.com) pada tahun 2025, Mesh yang sebelumnya dikenal sebagai Clay, berencana untuk berintegrasi lebih jauh dengan aplikasi pesan universal seperti Beeper. Ini adalah alat bantu yang sempurna bagi Anda yang ingin menjaga komunikasi tetap hangat dengan rekan kerja atau teman lama secara rutin.

Bagi komunitas pecinta buku, aplikasi Fable kini tampil lebih kuat setelah bekerja sama dengan penyedia layanan membaca digital, Everand. Integrasi ini memberikan akses ke 1,5 juta buku elektronik dan buku audio dari berbagai penerbit besar. Semua ulasan dan peringkat buku yang Anda buat akan langsung tersinkronisasi ke Fable, sehingga memudahkan Anda bergabung dalam klub buku virtual dan berbagi rekomendasi dengan sesama pembaca. Di tengah banyaknya aplikasi pelacak buku yang beredar saat ini, Fable menonjol karena ekosistemnya yang lengkap, membuat kita seolah lupa dengan dominasi platform lama seperti Goodreads.

Keunikan lain ditawarkan oleh Locket, salah satu pelopor yang membawa interaksi teman langsung ke layar utama ponsel Anda melalui fitur widget. Foto yang dikirimkan teman akan muncul secara otomatis di layar utama tanpa perlu membuka aplikasi terlebih dahulu. Sementara bagi pecinta musik, aplikasi Airbuds berhasil menciptakan media sosial berbasis lagu yang belum pernah dilakukan secara maksimal oleh Apple Music atau Spotify. Di Airbuds, Anda bisa berbagi apa yang sedang didengarkan, memberikan reaksi berupa swafoto terhadap selera musik teman, hingga mengikuti kuis musik yang seru untuk melihat siapa teman yang memiliki selera musik paling cocok dengan Anda.

Terakhir, ada pendatang baru bernama The Mall dan Shelf yang masing-masing menyasar hobi belanja dan pengarsipan gaya hidup. The Mall mengubah pengalaman belanja daring menjadi kegiatan sosial dengan menyediakan umpan berita berisi rilisan terbaru dari merek fesyen favorit. Sementara itu, Shelf menawarkan cara bagi penggunanya untuk mengatur selera pribadi mereka, mulai dari musik, film, hingga buku. Berbeda dengan media sosial arus utama yang mementingkan jumlah pengikut, Shelf justru mengedepankan privasi. Fokusnya adalah untuk mencatat sejarah kehidupan digital dan minat pribadi kita sendiri, sembari tetap bisa mengambil inspirasi dari koleksi milik teman terdekat.

Lahirnya berbagai aplikasi ini menandakan bahwa publik mulai mencari alternatif yang lebih segar dan tidak terlalu mengeksploitasi data serta waktu pengguna. Masa depan media sosial tampaknya tidak lagi tentang seberapa besar jaringan Anda, melainkan seberapa berkualitas interaksi yang terjadi di dalamnya. Dengan kekayaan pilihan yang ada saat ini, tidak ada salahnya mulai mengunduh dan mengeksplorasi ruang digital baru yang lebih sehat dan sesuai dengan karakter pribadi kita masing-masing.

Artikel ini ditulis dengan bantuan teknologi AI dan telah melalui proses editorial oleh tim redaksi.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update